Kenaikan kasus influenza A tengah menarik perhatian masyarakat setelah muncul laporan mengenai meningkatnya virus influenza di Indonesia. Hal tersebut menarik perhatian dokter-dokter di Indonesia yang mendorong pemetaan daerah serta pola penyebaran influenza, terutama karena sebagian kasus ditemukan pada kelompok rentan yaitu anak-anak, lansia dan orang yang memiliki penyakit bawaan. 

Berdasarkan laporan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 19 September 2026 menunjukkan proporsi kenaikan kasus influenza mengalami kenaikan pada minggu ke-36 mencapai hingga 46 persen, angka tersebut mengalami kenaikan hingga 35 persen dari minggu sebelumnya. Dari kenaikan kasus influenza tersebut, didominasi oleh kelompok usia 0-4 tahun. 

Meskipun begitu, Kemenkes mengonfirmasi bahwa kenaikkan kasus tersebut masih berada dalam kategori rendah atau masih dalam situasi yang terkendali. 

Lantas, sebenarnya apa saja bahaya yang dapat disebabkan oleh Influenza A dan apa saja bahayanya? Simak informasi berikut. 

Apa Itu Influenza?

Influenza A merupakan salah satu jenis penyakit yang menular. Penularannya terjadi melalui percikan partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi virus tersebut mengalami batuk, bersin atau berbicara. Resiko penularannya juga tergolong cepat dan gejalanya dapat dirasakan secara tiba-tiba tanpa ada tahapan gejala tertentu. 

Influenza A mencakup beberapa subtipe, diantaranya yaitu tipe A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2), yang masih ditemukan dalam perhitungan jumlah kasus influenza di Indonesia. Virus influenza juga terus mengalami perubahan sehingga pemantauan terhadap jenis dan karakteristik virus ini. 

Khusus A(H3N2) subclade K yang sempat menjadi perhatian, Kemenkes menyatakan subclade tersebut merupakan bagian dari influenza musiman. Dokumen Kemenkes juga mencatat mayoritas kasus yang dipantau menunjukkan gejala ringan hingga sedang.

Seberapa Bahaya-nya Influenza?

Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan pada manusia. Virus ini dapat menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga berat, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Pada sebagian besar orang, infeksi influenza dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, dalam kondisi tertentu, Influenza A dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan mengancam jiwa. 

Meskipun Influenza A sering dianggap penyakit ringan, namun infeksi influenza A juga dapat menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu. Komplikasi yang dapat disebabkan oleh infeksi virus influenza A adalah sebagai berikut.

1. Pneumonia dan kerusakan paru

Salah satu komplikasi yang paling perlu diwaspadai adalah pneumonia. Pneumonia dapat terjadi akibat infeksi virus influenza itu sendiri atau akibat infeksi bakteri sekunder. Virus influenza, dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan. Pada kondisi penyakit yang semakin berat kerusakan tidak hanya terjadi di saluran pernapasan bagian atas, tetapi juga dapat menyebabkan pneumonia. Gejalanya dapat berupa batuk yang semakin berat, sesak napas, nyeri dada, demam, dan kondisi tubuh yang semakin lemah. 

Influenza A dapat menyebabkan kerusakan paru-paru akibat gabungan antara serangan virus dan respons imun yang berlebihan. Pada kasus yang berat, infeksi influenza dapat menyebabkan komplikasi pada paru-paru, termasuk pneumonia dan acute respiratory distress syndrome (ARDS), yaitu suatu kondisi ketika paru-paru dipenuhi cairan dan peradangan sehingga oksigen sulit masuk ke dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan oksigen pada organ tubuh dan, pada kasus yang berat dapat mengancam nyawa.

2. Pneumonia Bakteri Sekunder 

Setelah virus, komplikasi lain yang dapat muncul ketika pasien mulai terlihat membaik adalah pneumonia bakteri sekunder. Influenza dapat merusak pertahanan saluran pernapasan dan mengganggu sistem imun, sehingga pada kondisi ini bakteri lebih mudah menginfeksi paru-paru. 

Kondisi ini dapat menyebabkan pneumonia sekunder yang berat, terutama akibat bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus. Selain itu, kondisi demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali dan semakin parah merupakan tanda yang perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan komplikasi.

3. Influenza dapat Berdampak pada Jantung

Walaupun influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, tetapi respon tubuh terhadap infeksi ini dapat berlangsung secara sistematik. salah satu komplikasi yang dapat terjadi yaitu peradangan pada otot jantung. 

Pada kasus berat, influenza dapat mengganggu fungsi jantung hingga menyebabkan gagal jantung atau syok kardiogenik. Infeksi influenza juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung akut, terutama pada beberapa hari pertama setelah infeksi. Hal ini diduga berkaitan dengan peradangan tubuh, peningkatan pembekuan darah, meningkatnya beban kerja jantung, dan gangguan fungsi pada pembuluh darah. 

4. Komplikasi pada Otak

Komplikasi pada otak yang disebabkan oleh influenza memang jarang terjadi, namun kondisinya dapat berat jika itu benar-benar terjadi. Hal ini disebabkan karena influenza juga dapat berkaitan dengan ensefalitis atau ensefalopati yaitu gangguan yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan kesadaran.

Pada komplikasi ini memang dapat terjadi jauh lebih jarang daripada keluhan pernapasan. Namun, ketika kondisi ini terjadi pasien dapat mengalami kejang, perubahan perilaku, penurunan kesadaran hingga beresiko koma. 

5. Penyakit Kronis yang ikut Terdampak

Influenza dapat memperparah kondisi penyakit yang sudah ada atau bawaan. Misalnya, jika seseorang memiliki penyakit bawaan seperti asma dan penyakit jantung, ketika ia terinfeksi virus influenza, maka virus tersebut dapat menyebabkan penurunan kondisi bagi penderita penyakit bawaan tersebut. 

Siapa saja yang Rentan terinfeksi Influenza A

Influenza merupakan jenis virus yang menyerang sistem pernafasan. Siapapun bisa terinfeksi influenza dan mengalami komplikasi berat, tetapi biasanya pada resiko yang dideritanya tidak sepenuhnya sama. Berikut ini adalah beberapa golongan yang rentan terinfeksi influenza A.

  • Anak- anak, terutama usia dibawah 5 tahun
  • Ibu hamil
  • Lansia 
  • Seorang yang memiliki penyakit bawaan kronis
  • Seorang yang memiliki daya tahan imun yang lemah

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Influenza?

Pencegahan influenza dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari dirumah. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan diantaranya:

  • Menjaga kebersihan lingkungan – Membersihkan sela-sela rumah dan lingkungan sekitar terutama pada kondisi yang lembab. 
  • Menerapkan kebiasaan mencuci tangan – Terutama sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu.
  • Meminimalisir menyentuh bagian wajah – terutama yang rentan terinfeksi virus, seperti bagian mata, hidung dan mulut. 
  • Menerapkan etika batuk dan bersin – Misalnya menutup mulut saat bersin atau batuk. 
  • Menggunakan masker saat berpergian – Terutama ketika berada di tempat ramai, sedang sakit, atau berada dekat dengan orang yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan. 
  • Melakukan Vaksinasi – aksinasi dapat membantu menurunkan risiko terkena influenza dan mengalami komplikasi serius, meskipun tidak memberikan perlindungan seratus persen. 

Nah, itu tadi adalah beberapa jenis komplikasi berat yang dapat disebabkan oleh infeksi virus influenza A. Meskipun infeksi Influenza A umumnya dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun,tetap penting untuk kita dalam menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, dan mewaspadai gejala yang semakin berat untuk mencegah risiko komplikasi.

Baca Juga: Infeksi Influenza A Menular, Bagaimana Cara Penularannya?