Belakangan ini kasus influenza kembali meningkat, terutama pada influenza tipe A. Peningkatan kasus ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan data hingga 12 September 2026 pada pekan ke-35 proporsi positif influenza mengalami peningkatan. Peningkatan ini mencapai 38 persen, dari pekan sebelumnya yang terdapat 22 persen. Dari 175 spesimen yang diperiksa, terdapat sebanyak 66 spesimen dinyatakan positif influenza A. Mayoritas kasus tersebut merupakan influenza tipe A (H1N1)pdm09. 

Influenza tipe A merupakan salah satu varian virus influenza yang menyerang saluran pada  pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyakit ini umumnya muncul pada masa peralihan musim, ketika daya tahan tubuh cenderung melemah akibat perubahan cuaca. 

Apa itu Influenza A?

Influenza A merupakan jenis virus yang termasuk kedalam famili Orthomyxoviridae. Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang dalam penularannya berlangsung cepat. Penularannya dapat melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, dan disertai adanya kontak langsung dengan pengidapnya. Serta gejala yang ditunjukkan pada setiap pengidapnya juga akan berbeda-beda tergantung jenis virus influenza yang menginfeksi orang tersebut.

Influenza bisa diatasi secara mandiri dirumah dengan obat-obatan yang tersedia dirumah. berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat yang bisa kamu gunakan untuk meredakan gejala influenza.

Rekomendasi Obat Influenza A

Influenza A termasuk jenis penyakit yang bisa mereda dengan sendirinya, cukup dengan melakukan istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih. Pada kebanyakan orang akan pulih dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari tanpa pengobatan khusus, dan hanya dengan mengkonsumsi obat yang tersedia di rumah. berikut adalah rekomendasi obat yang bisa kamu gunakan untuk pengobatan influenza di rumah: 

1. Panadol Cold & Flu 

Panadol Cold & Flu 

Panadol Cold & Flu dapat digunakan untuk membantu meredakan beberapa gejala flu, seperti hidung tersumbat, batuk tidak berdahak, demam, dan nyeri. Obat ini mengandung paracetamol sebagai pereda nyeri dan penurun demam, pseudoephedrine HCl sebagai dekongestan untuk membantu melegakan hidung tersumbat, serta dextromethorphan HBr untuk membantu meredakan batuk kering.

Untuk orang dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun, dosis penggunaannya perlu mengikuti aturan yang tercantum pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Obat sebaiknya tidak digunakan melebihi dosis yang dianjurkan.

2. Sanmol Paracetamol 500 mg

Sanmol Paracetamol 500 mg

Sanmol Paracetamol 500 mg mengandung paracetamol yang dapat digunakan untuk membantu meredakan demam dan nyeri, termasuk sakit kepala atau nyeri otot yang dapat menyertai influenza.

Paracetamol bekerja dengan membantu menurunkan suhu tubuh dan mengurangi rasa nyeri. Penggunaan obat harus mengikuti dosis yang tercantum pada kemasan atau sesuai anjuran dokter. Hindari mengonsumsi beberapa obat yang sama-sama mengandung paracetamol secara bersamaan karena dapat meningkatkan risiko penggunaan paracetamol secara berlebihan.

3. Rhinos SR Kapsul 

Rhinos SR Kapsul 

Rhinos SR merupakan obat yang mengandung loratadine dan pseudoephedrine HCl. Kombinasi kedua kandungan tersebut dapat membantu meredakan keluhan seperti hidung tersumbat dan gejala pilek tertentu. Loratadine merupakan antihistamin, sedangkan pseudoephedrine berfungsi sebagai dekongestan yang membantu mengurangi penyumbatan pada hidung. Penggunaan Rhinos SR perlu memperhatikan aturan dan anjuran dokter karena obat ini termasuk obat keras.

Kapsul pelepasan lambat seperti Rhinos SR perlu dikonsumsi sesuai petunjuk. Jangan mengunyah atau menghancurkan kapsul apabila aturan penggunaan mengharuskannya ditelan utuh.

4. Oseltamivir 75 mg 

Oseltamivir 75 mg 

Berbeda dari obat yang hanya membantu meredakan gejala, oseltamivir merupakan obat antivirus yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi influenza tipe A dan B pada kondisi tertentu.

Obat ini bekerja dengan menghambat enzim neuraminidase yang dibutuhkan virus influenza untuk berkembang dan menyebar di dalam tubuh. Pengobatan dengan oseltamivir umumnya memberikan manfaat lebih besar apabila dimulai sedini mungkin setelah gejala influenza muncul, terutama dalam 48 jam pertama.

Dosis dan lama penggunaan oseltamivir harus ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan anjuran dokter. Pada orang dewasa, salah satu regimen pengobatan yang umum adalah 75 mg dua kali sehari selama lima hari, tetapi penggunaannya tetap harus mengikuti resep yang diberikan.

5. Imboost Force Tablet 

Imboost Force merupakan suplemen yang mengandung beberapa bahan seperti ekstrak Echinacea purpurea, ekstrak black elderberry, dan zinc. Produk ini dapat digunakan sebagai suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berkaitan dengan fungsi sistem imun.

Dosis yang disarankan untuk dikonsumsi orang dewasa adalah 1 kaplet, dan dapat diminum 1-3 kali sehari setelah makan. Namun, dalam mengkonsumsi suplemen ini sebaiknya tetap mengikuti aturan pakai pada kemasan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

Cara Untuk Mengetahui terinfeksi Influenza A

Penyakit influenza A umumnya akan terasa seperti demam biasa, tubuh akan terasa lemas, batuk, sakit tenggorokkan dan gejala lainnya. Namun influenza A jika tidak segera di atasi akan menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, dan skepsis atau jika kita sedang memiiki penyakit berat bawaan, penyakit tersebut akan semakin parah. Kita perlu melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan keparahan influenza yang kita derita dengan cara:

  • Rapid Influenza Diagnostic Test – Untuk Mendeteksi antigen virus dalam waktu kurang dari 30 menit
  • RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction) – Metode ini memiliki hasil yang lebih akurat. Test dilakukan dengan cara mengambil sampel dari hidung atau tenggorokkan pasien penderita. 
  • XRAY THORAX – Dilakukan jika pasien mulai mengalami pneumonia atau komplikasi. 

Bagaimana Cara Mencegah Influenza?

Meskipun influenza memang bisa diatasi secara mandiri dirumah. Namun, alangkah baiknya sevelum kita terinfeksi virus influenza sebaiknya kita melakukan pencegahan. Beberapa langkah yang bisa lakukan untuk mencegah infeksi virus influenza A: 

  • Menjaga kebersihan terutama pada lingkungan yang lembab.
  • Melakukan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu.
  • Meminimalisir menyentuh bagian wajah (terutama bagian mata, hidung dan mulut). 
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk. 
  • Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit.
  • Melakukan vaksinasi influenza A

Namun, jika sudah terlanjur terinfeksi gejala virus influenza langkah yang selanjutnya kamu ambil adalah dengan melakukan istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, segera konsumsi obat paracetamol atau vitamin. 

Baca Juga: Influenza A Ramai di Medsos: Kenali Gejala dan Pencegahannya!