Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA menjadi salah satu penyakit yang cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga bagian saluran pernapasan lainnya. ISPA juga bisa dialami oleh siapa saja, terutama ketika seseorang sering berada di lingkungan yang ramai atau melakukan kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Penularan ISPA umumnya berkaitan dengan mikroorganisme penyebab infeksi yang keluar dari saluran pernapasan seseorang. Saat orang yang sedang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernapas, partikel pernapasan yang membawa virus atau bakteri dapat keluar dan berpotensi terhirup oleh orang lain. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan atau benda yang terkontaminasi pada kondisi tertentu.
Lantas, bagaimana sebenarnya ISPA bisa menular dari satu orang ke orang lain? Berikut beberapa cara penyebaran ISPA yang perlu diketahui.
Bagaimana Penularan ISPA Bisa Terjadi?
ISPA dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus maupun bakteri. Karena penyebabnya beragam, cara penularannya juga bisa berbeda. Namun, secara umum, penularan paling sering berkaitan dengan partikel pernapasan yang keluar dari orang yang sedang mengalami infeksi. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya penularan ISPA:
1. Melalui Percikan Saat Batuk dan Bersin
Salah satu cara penularan ISPA yang paling umum adalah melalui percikan dari saluran pernapasan. Ketika seseorang yang sedang terinfeksi batuk atau bersin, partikel yang mengandung mikroorganisme dapat keluar dari hidung atau mulut. Jika orang lain berada cukup dekat dan menghirup atau terkena partikel tersebut pada bagian hidung, mulut, atau mata, mikroorganisme penyebab infeksi dapat masuk ke tubuh. Karena itu, berada terlalu dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau bersin dapat meningkatkan risiko penularan.
2. Melalui Partikel Pernapasan di Udara
Selain melalui percikan yang berukuran lebih besar, beberapa infeksi saluran pernapasan juga dapat menyebar melalui partikel pernapasan yang berada di udara. Risiko ini bisa menjadi lebih tinggi ketika seseorang berada di ruangan tertutup, ramai, dan memiliki ventilasi yang kurang baik. Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi penumpukan partikel pernapasan di dalam ruangan. Karena itu, membuka jendela atau memastikan udara dapat berganti dengan baik menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan, terutama jika banyak orang berada dalam satu ruangan.
3. Melalui Tangan yang Terkontaminasi
Penularan ISPA juga dapat terjadi ketika tangan seseorang terkontaminasi oleh cairan dari saluran pernapasan. Misalnya, seseorang menutup mulut ketika batuk menggunakan tangan, kemudian menyentuh benda atau berjabat tangan dengan orang lain. Resikonya menjadi lebih besar apabila tangan yang sudah terkontaminasi kemudian digunakan untuk menyentuh hidung, mulut, atau mata. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu kebiasaan penting untuk membantu mengurangi penyebaran infeksi saluran pernapasan.
4. Melalui Benda yang Sering Disentuh
Dalam kondisi tertentu, mikroorganisme penyebab infeksi pernapasan juga dapat berpindah melalui permukaan atau benda yang terkontaminasi. Misalnya, benda yang sering disentuh bersama seperti gagang pintu, meja, telepon, atau peralatan tertentu. Seseorang kemudian dapat menyentuh benda tersebut dan tanpa sadar menyentuh bagian wajahnya. Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa cara penularan melalui benda tidak menjadi jalur utama untuk semua jenis ISPA. Risiko penularannya sangat bergantung pada mikroorganisme yang menyebabkan infeksi.
Siapa yang Lebih Berisiko Tertular ISPA?
Pada dasarnya, siapa saja bisa terkena ISPA. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi atau komplikasi, seperti anak-anak terutama balita, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Risiko ini juga dapat meningkat pada orang yang sering terpapar polusi udara, asap rokok, debu, maupun kabut asap. Selain itu, kondisi lingkungan yang kurang sehat juga dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Namun pada kondisi tertentu, penularan ISPA sebenarnya juga bisa dicegah dengan membiasakan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan dirumah setiap hari. berikut ini langkah pencegahannya:
- Rajin Mencuci Tangan: menerapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu dapat meminimalisir terjadinya penularan ISPA. Ketika mencuci tangan usahakan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk atau bersin, setelah bepergian, sebelum makan, dan setelah menyentuh benda yang digunakan bersama.
- Menutup mulut saat batuk atau bersin: Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku. Jika menggunakan tisu, segera buang setelah digunakan dan jangan lupa membersihkan tangan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi jumlah partikel pernapasan yang menyebar ke lingkungan sekitar.
- Gunakan Masker Saat Sedang Sakit: Orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan sebaiknya mengurangi kontak dekat dengan orang lain. Jika harus berada di tempat ramai atau bertemu dengan orang lain, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan.
- Pastikan Sirkulasi Udara Tetap Baik: Sirkulasi udara juga tidak kalah penting, terutama ketika berada di ruangan yang digunakan bersama. Membuka jendela atau pintu dapat membantu pertukaran udara dengan lingkungan luar.
- Hindari Kontak Dekat dengan Orang yang Sedang Sakit: Jika ada anggota keluarga atau orang di sekitar yang sedang mengalami batuk, pilek, atau gejala ISPA lainnya, sebaiknya kurangi kontak dekat untuk sementara. Hindari pula berbagi barang pribadi yang digunakan secara langsung, terutama jika orang tersebut sedang mengalami gejala infeksi. Langkah ini bukan berarti harus menjauhi orang yang sedang sakit sepenuhnya. Tujuannya adalah mengurangi kontak yang berpotensi membuat partikel pernapasan berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Sebagian besar ISPA dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, atau tubuh terasa kurang fit. Namun, kondisi tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih. Penularan ISPA dapat terjadi melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Pada jenis infeksi tertentu, penularan juga dapat berkaitan dengan kontak langsung, tangan yang terkontaminasi, maupun benda yang terkontaminasi.
Meski begitu, risiko penularan ISPA bisa ditekan dengan kebiasaan sederhana. Mulai dari rajin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sedang sakit, menjaga sirkulasi udara, hingga mengurangi kontak dekat saat mengalami gejala. Dengan kebiasaan tersebut, penyebaran infeksi saluran pernapasan di lingkungan sekitar dapat diminimalkan.
Baca juga: Upaya Dalam Mencegah ISPA, Yang Perlu Anda Tahu!
