ISPA merupakan salah satu infeksi penyakit pernapasan yang umumnya ditandai dengan munculnya gejala batuk, pilek, demam, hingga sakit tenggorokan. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada masyarakat seluruh dunia. Hampir setiap orang pasti pernah mengalami ISPA setidaknya sekali seumur hidup. Meskipun sering dianggap sepele, ISPA sebenarnya bisa menimbulkan dampak yang serius jika tidak ditangani dengan baik, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Bagaimana Infeksi ISPA Bisa Terjadi?

Mayoritas infeksi ISPA dapat terjadi disebabkan oleh virus dan bakteri. Virus penyebab ISPA lebih sering menyerang saluran pernapasan atas, sedangkan bakteri seringkali menimbulkan keluhan yang lebih berat. Virus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi ISPA, meliputi Rhinovirus, Respiratory syntical viruses (RSVs), Adenovirus, Parainfluenza virus, dan Virus influenza. Sedangkan bakteri yang dapat memicu terjadinya ISPA yaitu meliputi, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Mycoplasma pneumoniae. Infeksi bakteri ini biasanya cenderung lebih serius dan memerlukan penanganan khusus, seperti antibiotik.

Selain itu, penularan virus atau bakteri penyebab ISPA juga dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri yang terdapat dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, misalnya ketika penderita bersin, batuk, atau berbicara. Hal lain yang dapat memicu penyebaran ISPA adalah melalui droplet atau sentuhan secara langsung oleh benda-benda yang terkontaminasi oleh penderita ISPA. 

Hal Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Infeksi ISPA

Upaya pencegahan infeksi virus saluran pernapasan (ISPA) dapat dilakukan dengan melakukan beberapa upaya sederhana yang juga bisa saja dilakukan dirumah. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan ISPA:

1. Menerapkan Kebiasaan Mencuci Tangan Menggunakan Sabun

Salah satu cara mencegah ISPA adalah dengan diawali dengan menerapkan kebiasaan melalui hal-hal kecil seperti, dengan menjaga kebersihan tangan dengan mencucinya menggunakan sabun dan air mengalir. Tangan dapat menjadi salah satu perantara penyebaran kuman ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata. oleh karena itu, kita perlu membiasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, serta setelah beraktivitas di luar rumah. Namun jika tidak tersedia sabun dan air disekitar kita, upayakan untuk selalu sedia tisu basah atau hand sanitizer.

2. Menerapkan Gaya Hidup Yang Seimbang 

Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat menjadi benteng pertahanan yang kuat untuk kondisi tubuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat dapat membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi sistem kekebalan tubuh yang lebih optimal. Selain itu, Menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang lebih positif seperti olahraga

3. Melakukan Vaksinasi ISPA

Vaksinasi merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif. Jenis vaksinasi yang dapat dilakukan meliputi, Vaksinasi influenza dan pneumonia. Vaksin influenza dapat membantu mencegah flu musiman atau setidaknya mengurangi keparahan gejalanya. Vaksin pneumokokus juga tersedia untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, terutama direkomendasikan untuk anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi medis tertentu.

4. Hindari Asap dan Polusi Udara

Asap rokok dan paparan polusi udara dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan memperburuk kondisi paru-paru. Paparan yang terdapat pada asap tersebut dapat mengandung zat yang berbahaya dan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Untuk mengurangi resikonya, sebaiknya hindari merokok dan kurangi interaksi di dekat orang yang sedang merokok. Jika kualitas udara sedang buruk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker yang sesuai ketika harus bepergian.

5. Hindari Kontak Dekat Dengan Orang Yang Sedang Sakit

ISPA dapat menyebar melalui percikan pernapasan seseorang yang sedang sakit khususnya sakit di bagian pernapasan. Penularan tersebut dapat terjadi ketika seseorang yang sedang sakit mengalami batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu, meminimalisir kontak dengan seseorang yang sedang sakit perlu kamu lakukan untuk melakukan pencegahan terhadap penularan ISPA. 

Siapa Saja Yang Beresiko Terinfeksi ISPA?

Terdapat beberapa kelompok yang memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap penularan infeksi ISPA. Kelompok tersebut merupakan golongan kelompok rentan, diantaranya seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan seseorang yang menderita penyakit pernapasan bawaan. Anak-anak menjadi salah satu kelompok rentan karena memiliki sistem kekebalan tubuh masih berkembang, lansia dapat memiliki sistem imun yang menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, orang yang memiliki penyakit bawaan seperti asma, penyakit paru kronis, atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh juga lebih mudah mengalami infeksi dan komplikasi akibat ISPA.

Selain itu, ISPA juga dapat meningkat pada orang yang sering terpapar asap rokok, polusi udara, debu, maupun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Paparan tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan dan membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan. Kondisi lingkungan yang padat, ventilasi ruangan yang buruk, serta sering melakukan kontak dekat dengan orang yang sedang sakit juga dapat meningkatkan kemungkinan penularan ISPA. Jadi, risiko ISPA tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi tubuh, tetapi juga oleh lingkungan dan pola paparan sehari-hari.

Baca juga: Tindakan Yang Bisa dilakukan Untuk Mengatasi ISPA