Vitamin D memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang, vitamin ini juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh agar bekerja secara optimal.

Selain itu, vitamin D turut berkontribusi dalam menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan kanker. Untuk mengetahui manfaat lainnya secara lebih lengkap, simak penjelasannya pada artikel berikut.

Beragam Manfaat Vitamin D

Vitamin D adalah nutrisi yang larut dalam lemak dan dapat tersimpan di dalam tubuh dalam jangka waktu cukup lama. Vitamin ini terbagi menjadi dua jenis, yakni vitamin D2 (ergocalciferol) yang berasal dari sumber nabati, serta vitamin D3 (cholecalciferol) yang banyak ditemukan pada minyak ikan, kuning telur, ikan, dan paparan sinar matahari.

Berikut beberapa manfaat vitamin D bagi tubuh:

1. Memelihara Kesehatan Tulang dan Otot 

Vitamin D berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium. Kalsium sendiri merupakan mineral utama yang membentuk dan menjaga kekuatan tulang sehingga dapat menurunkan risiko tulang patah. Jika tubuh kekurangan vitamin D, produksi hormon kalsitriol akan terganggu sehingga penyerapan kalsium dari makanan menjadi tidak optimal.

Akibatnya, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang melemah dan meningkatkan risiko gangguan tulang, seperti osteoporosis dan rakitis.

2. Mengurangi Risiko Diabetes

Diabetes adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mengolah karbohidrat dengan baik sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Menariknya, vitamin D diketahui dapat membantu menurunkan risiko terjadinya diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Selain itu, asupan vitamin D juga berperan dalam membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 agar lebih stabil.

3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Salah satu manfaat utama vitamin D bagi tubuh adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan mendukung kerja sel darah putih dalam melawan patogen penyebab penyakit. 

Manfaat tersebut berasal dari kandungan antioksidan dan sifat antiradang pada vitamin D yang berperan dalam menjaga fungsi sistem imun, otot, serta saraf agar tetap optimal. Dengan tercukupinya kebutuhan vitamin D, risiko beberapa penyakit seperti rheumatoid arthritis (RA), diabetes melitus, dan inflammatory bowel disease (IBD) juga dapat berkurang.

4. Mendukung Penurunan Berat Badan 

Orang yang memiliki berat badan berlebih cenderung lebih berisiko mengalami kadar vitamin D yang rendah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan obesitas yang mengonsumsi suplemen vitamin D sambil menjalani program diet penurunan berat badan mengalami penurunan berat badan dan massa lemak yang lebih besar dibandingkan kelompok plasebo yang hanya menjalani diet tanpa suplemen vitamin D.

Sumber: Vitamin D

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Vitamin D juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan membantu mengurangi risiko serangan jantung. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D yang mencukupi umumnya memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.

6. Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil dan Janin

Seiring bertambahnya usia kehamilan, wanita berisiko mengalami penurunan kadar kalsium karena sebagian besar dibutuhkan oleh janin. Oleh karena itu, vitamin D sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan dirinya sekaligus mendukung perkembangan janin.

Vitamin D juga dapat membantu mencegah preeklamsia, yaitu kondisi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi serta menurunnya aliran darah ke organ tubuh. Selain itu, vitamin ini berperan dalam mendukung pertumbuhan janin di dalam kandungan. Tidak hanya selama kehamilan, vitamin D juga tetap dibutuhkan saat proses persalinan hingga bayi berusia sekitar 4–6 bulan untuk menunjang kebutuhan nutrisinya.

7. Menurunkan Risiko Kanker

Konsumsi vitamin D dalam jumlah yang cukup diketahui dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kanker. Manfaat ini berasal dari sifat antikarsinogenik yang dimiliki vitamin D, yang berperan dalam menghambat pembentukan tumor serta memperlambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

8. Mendukung Kesehatan Kulit

Vitamin D bersifat antiinflamasi yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit serta mendukung penanganan beberapa gangguan kulit, seperti psoriasis. 

9. Bantu Mencegah Penyakit Autoimun

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vitamin D tidak hanya berperan pada kesehatan tulang dan otot, tetapi juga berkaitan dengan banyak jenis penyakit lainnya. Kadar vitamin D yang rendah diketahui berhubungan dengan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis, yang lebih sering terjadi pada wanita.

Selain itu, vitamin D juga memiliki efek sebagai imunosupresan pada rheumatoid arthritis (rematik). Secara umum, vitamin D membantu menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap bekerja dengan baik dalam melawan berbagai penyakit.

10. Mengatur Suasana Hati dan Mengurangi Depresi 

Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D berperan penting dalam membantu mengatur suasana hati serta menurunkan risiko depresi. Selain itu, beberapa tinjauan studi juga menyebutkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat meningkatkan risiko kecemasan, memperburuk gejala fibromyalgia, dan memicu depresi.

11. Mengatasi Asma Resisten Steroid dan Dermatitis Atopik 

Vitamin D diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang dapat ditingkatkan, sehingga berpotensi digunakan sebagai terapi tambahan pada penderita asma yang tidak responsif terhadap steroid. Selain itu, suplementasi vitamin D juga dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dermatitis atopik. 

12. Menjaga Kesehatan Rambut 

Asupan vitamin D yang cukup juga bermanfaat bagi kesehatan rambut. Vitamin ini dapat merangsang folikel rambut agar tumbuh dengan baik, sehingga rambut menjadi lebih kuat, tebal, dan tidak mudah rontok.

Sebaliknya, kekurangan vitamin D dapat membuat rambut lebih rapuh dan mudah rontok. Bahkan, kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan alopecia areata, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut.

 

Berapa Banyak Asupan Vitamin D yang Dibutuhkan Setiap Hari?

Kebutuhan vitamin D harian setiap orang berbeda, tergantung usia dan jenis kelamin. Untuk mendapatkan manfaat optimal, asupan vitamin D sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2019.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Bayi usia 1–11 bulan: 10 mikrogram per hari
  • Anak-anak usia 1–9 tahun: 15 mikrogram per hari
  • Laki-laki usia 10–64 tahun: 15 mikrogram per hari
  • Laki-laki usia 65 tahun ke atas: 20 mikrogram per hari
  • Perempuan usia 10–64 tahun: 15 mikrogram per hari
  • Perempuan usia 65 tahun ke atas: 20 mikrogram per hari

Sumber: 5 Manfaat Vitamin D yang Penting untuk Kesehatan Tubuh

 

Bahaya Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Osteoporosis: Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan meningkatkan risiko terjadinya patah tulang.
  • Osteomalasia: Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita akibat rendahnya asupan kalsium serta kurangnya paparan sinar matahari, sehingga tulang menjadi lunak.
  • Rickets (Rakitis): Pada anak-anak, defisiensi vitamin D dapat menyebabkan rakitis, yaitu kondisi pelunakan dan melemahnya tulang.
  • Peningkatan Risiko Infeksi: Kurangnya vitamin D dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh lebih mudah terserang infeksi.
  • Gangguan Kesehatan Mental: Beberapa penelitian mengaitkan rendahnya kadar vitamin D dengan meningkatnya risiko depresi dan gangguan suasana hati.
  • Penyakit Kardiovaskular: Defisiensi vitamin D juga dapat meningkatkan risiko penyakit pada jantung dan pembuluh darah.

 

Kapan Perlu Cek Kadar Vitamin D?

Pemeriksaan kadar vitamin D dalam darah diperlukan untuk mengetahui status vitamin D di dalam tubuh. Ada beberapa kondisi yang umumnya memerlukan pemeriksaan ini, antara lain:

  • Orang yang memiliki risiko tinggi mengalami defisiensi vitamin D, seperti lansia, individu berkulit gelap, serta mereka yang jarang terpapar sinar matahari.
  • Penderita osteoporosis atau orang dengan risiko tinggi mengalami patah tulang.
  • Individu dengan gangguan penyerapan lemak, misalnya penyakit Crohn atau celiac.
  • Penderita penyakit ginjal atau hati kronis.
  • Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi metabolisme vitamin D.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Sumber: 11 Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh

 

Baca artikel lainnya : Kenali Gejala Diabetes Sejak Dini agar Tidak Terlambat Ditangani