Berdasarkan dari Laporan Kementerian Kesehatan yang diperbarui pada 12 September 2026, proporsi influenza pada minggu ke-35 kini meningkat menjadi 38%, dari 22% pada minggu sebelumnya. Dari kasus influenza yang terdeteksi, diketahui sebanyak 33% kasus terjadi pada kelompok usia 0- 4 tahun. Dengan begitu, artikel ini akan membantu para pembaca untuk mengenal virus influenza lebih dalam agar dapat lebih mudah dalam mengenal dan melakukan pencegahannya. 

Apa Itu Influenza ?

Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza. Penyakit ini termasuk tipe penyakit yang mudah menular. Penularannya dapat melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, dan disertai adanya kontak langsung dengan pengidapnya. Gejala yang ditunjukkan pada setiap pengidapnya akan berbeda-beda tergantung jenis virus influenza yang menginfeksi orang tersebut.

Melalui data laporan yang dibagikan oleh kemenkes, jenis virus influenza yang saat ini mendominasi merupakan virus influenza dengan tipe A. Virus influenza tipe A memang merupakan jenis virus yang populer karena sering terjadi di berbagai belahan dunia. Namun, masih ada tiga jenis influenza lainnya yaitu tipe B, C, dan  D. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Influenza A

Influenza A merupakan satu-satunya tipe virus influenza yang diketahui pernah menyebabkan pandemi pada manusia. Selain itu, virus ini juga dapat menginfeksi berbagai spesies hewan. Meskipun demikian, infeksi ini tetap dapat menginfeksi manusia lalu menyebarkan pada orang lain, yang akhirnya bisa menyebabkan pandemi influenza. 

Saat terinfeksi virus influenza A, gejala yang akan dirasakan pengidapnya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, mudah merasa lelah, batuk, sakit tenggorokan, bersin, hingga hidung tersumbat atau berair. Namun jika gejala yang dialami tidak terlalu parah, hanya menunjukkan demam dan flu biasa, maka bisa diatasi dengan mengkonsumsi paracetamol, obat flu, beristirahat yang cukup, serta penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh untuk bisa mengatasi gejalanya. 

Penting juga kamu melakukan vaksin influenza sejak dini, agar ketika terinfeksi tidak menunjukkan gejala yang parah. Influenza A dan B sama-sama dapat menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang berbeda. Influenza A memiliki karakteristik khusus karena merupakan satu-satunya tipe influenza yang diketahui pernah menyebabkan pandemi pada manusia.  Meskipun begitu, keduanya akan sama-sama berbahaya jika tidak segera diobati atau dicegah. 

2. Influenza B

Influenza B juga memiliki gejala yang hampir sama dengan Influenza A, tetapi virus influenza B ini hanya dapat menimbulkan gejala pada manusia. Influenza B juga dapat menyebabkan gejala yang hampir sama dengan Influenza A seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan mudah kelelahan. Virus ini menginfeksi manusia dan dapat menyebabkan influenza musiman. 

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi influenza B hampir sama dengan pengobatan yang dilakukan jika terjangkit influenza A. Biasanya dokter merekomendasikan antivirus dan obat-obatan tertentu yang bisa mengobati gejalanya, seperti obat demam, batuk dan flu. 

3. Influenza C

Influenza C merupakan jenis Influenza yang memiliki gejalanya lebih ringan dibandingkan influenza A dan influenza B. Influenza jenis ini hanya menyebabkan penyakit pernapasan ringan yang tidak akan berpotensi menjadi suatu wabah. Influenza C juga lebih jarang ditemukan, dibandingkan influenza A dan B. Infeksi yang disebabkan oleh virus ini biasanya lebih ringan dan tidak menjadi penyebab utama influenza.

Biasanya pengidapnya cenderung mengalami gejala yang mirip dengan flu biasa. Tetapi kita tetap tidak bisa menganggap remeh, karena jenis virus ini tetap bisa menjadi suatu permasalahan yang serius jika pengidapnya merupakan seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah seperti orang tua atau bayi. Selain itu, pada orang yang sehat gejala influenza tipe C ini biasanya akan hilang setelah 3-7 hari. 

4. Influenza D

Influenza D jenis ini termasuk tipe virus influenza yang masih baru. Jenis virus ini biasanya ditemukan pada hewan ternak seperti babi dan sapi. Namun, tidak menutup kemungkinan virus ini juga bisa terjadi pada manusia. Karena hingga saat ini virus ini masih belum menunjukkan penularannya dari hewan ke manusia. 

Meskipun begitu, beberapa peneliti juga memprediksi penularannya kemungkinan hampir sama dengan penularan virus influenza jenis lainnya. Virus influenza jenis ini pertama kali ditemukan oleh dokter hewan di tahun 2011 pada hewan babi, lalu ditemukan kembali inang utamanya pada hewan sapi. Oleh karena itu, kita masih tetap harus waspada untuk mencegah terjadinya penularannya. 

Sumber: Mengenal Jenis Influenza A, B, C, D dan Gejalanya 

Penyebab Influenza A

Influenza A disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A. Virus ini diklasifikasi sebagai penyakit yang mudah menyebar. Penyebaran ini biasanya dapat terjadi dengan adanya  kontak langsung dengan seseorang yang sedang terinfeksi influenza dan mengalami gejala permasalahan pernapasan, seperti batuk, dan bersin. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui tangan seseorang yang terkontaminasi virus. Selain itu, risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang berada dalam ruangan tertutup dan ramai. Penyebaran penyakit ini juga tidak memandang usia, mulai dari balita hingga lansia, semua kalangan memiliki potensi tertular Influenza A ini. 

Gejala influenza yang dirasakan pada setiap orang dapat berbeda, tergantung kondisi kesehatan dan tingkat keparahan infeksi tersebut. Namun terdapat beberapa tanda yang dapat dijadikan gambaran awal terinfeksi virus tersebut. Gejala yang dapat ditunjukkan dapat berupa batuk, demam, sakit kepala dan tenggorokan. Ketika tubuh sudah merasakan tanda-tanda tersebut, sebaiknya kita segera mengonsumsi obat pereda demam atau paracetamol untuk mencegah terjadinya tingkat keparahan penyakit tersebut. 

Influenza A juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan. Maka dari itu kita perlu melakukan pencegahan untuk meminimalisir kontaminasi penyebaran influenza A.

Bagaimana Cara Mencegah Influenza?

Setelah kita mengenal influenza dan jenisnya, ada baiknya kita mengetahui cara pencegahan dari jangkitan virus tersebut. Yaitu dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjaga Kebersihan – Dapat dilakukan dengan melakukan perawatan rutin terutama pada lingkungan sering disentuh dan lembab.
  • Mencuci Tangan – Menerapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan atau menyentuh sesuatu.
  • Menyentuh wajah – Meminimalisir menyentuh beberapa bagian wajah (terutama bagian mata, hidung dan mulut). 
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk – Ketika kamu mendadak bersin atau batuk, segeralah menutup mulut kamu untuk menghindari penyebaran virus yang tidak terduga. 
  • Menjaga jarak – Terapkan menjaga jarak atau meminimalisir kontak fisik secara langsung dengan orang yang sedang sakit.
  • Lakukan vaksinasi influenza – Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk mengurangi risiko terkena influenza dan membantu mencegah penyakit berat akibat influenza. 

Jika gejala yang kamu rasakan semakin memburuk atau muncul tanda seperti sesak napas, nyeri dada, atau kondisi tubuh semakin lemah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih sesuai.

Baca Juga: Waspada Campak! Pahami Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya