Belakangan ini kasus infeksi virus influenza meningkat. Peningkatan ini umumnya dialami oleh anak- anak terutama usia dibawah 5 tahun. Pada kondisi ini, banyak orang tua yang khawatir tentang kondisi anak mereka. 

Lantas apakah kondisi ini dapat berbahaya pada anak-anak? Bagaimana cara mengatasi dan mencegah infeksi virus ini. Simak informasi berikut ini. 

Ciri-ciri anak yang terinfeksi influenza A

Gejala influenza A, umumnya muncul secara mendadak. Penularannya dapat terjadi tanpa kita sadari. Pada sebagian kondisi, influenza pada anak dapat sembuh dalam 3-7 hari. Namun, orang tua tetap perlu terus mengawasi kondisi tubuh pada anak. Perhatikan apakah anak masih bisa aktif, memiliki nafsu makan dan minum, serta pada pernafasannya apakah masih normal atau tidak. Hal tersebut harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kondisi yang serius atau terjadi komplikasi saat anak terinfeksi influenza A. 

Infeksi influenza pada anak sering  kali tidak disadari oleh orang tua. Hal tersebut karena influenza memiliki gejala yang hampir sama dengan flu biasa. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu lebih protective terhadap kondisi kesehatan anak. Berikut ini ciri-ciri anak yang terinfeksi influenza A:

Ciri-ciri Gejala Umum Influenza A

Gejala umum influenza pada anak umumnya masih bisa diatasi secara mandiri dirumah. Influenza umumnya dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa menunjukkan gejala-gejala tertentu. Umumnya masa inkubasi influenza terjadi sekitar 1-4 hari setelah terinfeksi, dengan rata-rata sekitar dua hari. Berikut ini adalah beberapa gejala influenza A pada anak:

  • Demam tinggi mendadak
  • Batuk kering
  • Pilek, hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Badan terasa lemas
  • Mudah lelah
  • Mual, hingga muntah
  • Nyeri tubuh, nyeri otot, dan nyeri sendi

Ciri-ciri Gejala Berat Influenza A

Pada permasalahan kondisi kesehatan tertentu, anak dapat mengalami permasalahan kehilangan nafsu makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh permasalahan kesehatan seperti sakit tenggorokkan, sakit kepala dan demam. Selain itu pada gejala berat influenza, rentan mengalami komplikasi pada anak. Berikut ini beberapa gejala berat influenza pada anak:

  • Demam tinggi – Biasanya mencapai hingga lebih dari 38 derajat celcius.
  • Kejang – Demam yang disertai kejang, anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau kondisinya semakin memburuk. 
  • Permasalahan pernapasan – Nafasnya menjadi lebih pendek atau menjadi lebih cepat,  tidak normal, sesak, dan biasanya menjadi terdengar seperti putus-putus. 
  • Dehidrasi parah – Anak alami kekurangan hidrasi, sehingga anak menjadi jarang buang air kecil.
  • Kondisi tubuh melemah – Bisa disertai oleh muntah, kondisi anak terlihat lemas dan bibir terlihat membiru. 
  • Anak menjadi rewel – Pada kondisi kesehatan tertentu, dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih rewel, dan bahkan sampai susah tidur. 

Cara mengatasi anak yang terinfeksi influenza A

Sebagian kasus influenza pada anak dapat membaik dengan perawatan di rumah. Tidak ada cara instan untuk menghilangkan virus influenza dari tubuh karena sistem kekebalan tubuh berperan dalam melawan infeksi.

Namun, beberapa langkah berikut dapat dilakukan orang tua untuk membantu meredakan gejala dan mendukung proses pemulihan pada anak.

  • Perbanyak istirahat – Anak yang terinfeksi influenza A, sebaiknya dibiasakan istirahat yang cukup, tidur siang, dan kurangi bermain. 
  • Cukupi kebutuhan cairan – Pastikan anak mendapatkan cukup cairan untuk membantu mencegah dehidrasi, terutama ketika mengalami demam, muntah, atau kurang nafsu makan. 
  • Berikan makanan bergizi – Jika anak masih memiliki nafsu makan, berikan makanan bergizi sesuai kemampuan dan kebiasaan makannya untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan. 
  • Konsumsi obat penurun demam – Obat penurun demam dapat membantu meredakan gejala influenza pada anak. 
  • Tetap dirumah – Saat anak sedang sakit, batasi aktivitas di luar rumah dan kontak dekat dengan orang lain untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza. 
  • Biasakan mencuci tangan – Anak-anak pada umumnya suka memegang benda-benda secara sembarangan, terapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum melakukan sesuatu. 

Selain itu, jika anak menunjukkan gejala berat atau tanda komplikasi, segera bawa anak ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi anak. 

Bagaimana mencegah terjadinya influenza pada anak?

Pencegahan influenza pada anak dapat dilakukan dengan cara membiasakan anak untuk hidup bersih, dan hindari kebiasaan-kebiasaan yang memicu terjadinya penularan virus. hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:

  • Biasakan mencuci tangan, terutama sebelum dan sesudah makan.
  • Bersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti remot, mainan, bagian rumah lainnya. Hal tersebut dapat membantu resiko penularan virus.
  • Pastikan rumah selalu bersih, lingkungan yang bersih dapat mendukung kondisi kesehatan pada anak-anak. 
  • Pastikan sirkulasi udara baik, sirkulasi udara yang baik dalam rumah ataupun tempat-tempat anak banyak beraktivitas dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi resiko penularan melalui infeksi saluran pernapasan. 
  • Hindari kontak dengan orang sakit, jika ada anggota keluarga yang sedang kurang sehat, upayakan untuk mengurangi kontak dekat dengan orang tersebut untuk mengurangi resiko penularan.
  • Lakukan vaksinasi, Vaksin influenza yang dilakukan untuk anak-anak merupakan salah satu upaya yang paling utama untuk mencegah penularan atau terinfeksi influenza A

Nah, itu tadi adalah beberapa ciri-ciri Influenza A pada anak yang perlu orang tua ketahui. Namun, ketika kondisi anak mulai terlihat mengalami penurunan atau mulai terlihat tanda-tanda resiko terjadinya komplikasi, seperti kesulitan bernapas, kebiruan, dehidrasi serta menunjukkan kejang. sebaiknya orang tua segera menghubungi dokter untuk segera mendapatkan perawatan yang sesuai dan tepat. 

Baca Juga: Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat, Kenali Penyebab, Gejala dan Pencegahannya!