Fenomena silent call atau panggilan tanpa suara kini menjadi perhatian karena diduga terkait dengan modus penipuan telepon terbaru. Praktik ini semakin sering dialami masyarakat, baik dari nomor lokal maupun internasional yang tidak dikenal. Dalam beberapa kejadian, penerima hanya melihat panggilan masuk tanpa adanya suara, atau panggilan langsung terputus dalam beberapa detik. Meskipun tampak sepele, pola seperti ini diyakini merupakan bagian dari strategi penipuan berbasis teknologi yang terus berkembang.

Bagaimana Modus Penipuan Silent Call Bekerja?

Silent call adalah panggilan telepon yang tidak mengeluarkan suara atau terputus hanya dalam beberapa detik. Banyak orang cenderung mengabaikannya, padahal pelaku kejahatan justru memanfaatkan situasi ini sebagai langkah awal aksinya. Praktik ini termasuk dalam teknik social engineering atau rekayasa sosial, yaitu metode manipulasi psikologis untuk memperoleh informasi atau akses tertentu dari korban.

Biasanya, pelaku menggunakan sistem otomatis untuk menghubungi banyak nomor secara acak. Tujuannya sederhana, yakni menyaring nomor mana saja yang masih aktif. Saat seseorang merespons, baik dengan mengangkat panggilan maupun menelepon kembali nomor tersebut akan masuk ke dalam daftar target yang dianggap lebih potensial oleh pelaku.

 

Modus Lanjutan yang Perlu Diwaspadai

Bahaya silent call tidak hanya sebatas panggilan tanpa suara. Justru, hal ini sering menjadi pintu awal menuju skema penipuan yang lebih kompleks. Salah satu modus yang kerap digunakan adalah missed call bait, yaitu upaya memancing korban agar melakukan panggilan balik.

Jika korban terpancing, mereka bisa saja tersambung ke nomor premium dengan tarif tinggi tanpa disadari. Selain itu, pelaku juga dapat melanjutkan aksinya melalui metode lain, seperti phishing atau pencurian kode OTP (One Time Password).

Yang lebih mengkhawatirkan, interaksi sederhana seperti menjawab panggilan dapat dimanfaatkan untuk merekam suara korban. Rekaman tersebut berpotensi disalahgunakan, misalnya untuk mengecoh sistem keamanan berbasis suara atau sebagai bagian dari upaya pemalsuan identitas.

 

Risiko Nyata dari Silent Call

Jangan terkecoh oleh keheningan di balik panggilan telepon. Berikut beberapa risiko serius yang bisa mengintai jika Anda menanggapi silent call:

1. Pencurian Sampel Suara untuk AI Cloning

Pada tahun 2026, perkembangan kecerdasan buatan sudah memungkinkan kloning suara hanya dari potongan rekaman yang sangat singkat. Jika Anda sempat berbicara saat menerima panggilan, pelaku dapat merekam suara tersebut dan menggunakannya untuk melakukan penyamaran, misalnya menipu anggota keluarga atau menembus sistem keamanan berbasis suara pada layanan perbankan.

2. Tarif Telepon Balik yang Selangit

Salah satu jebakan utama dari silent call adalah memanfaatkan rasa penasaran korban agar menelepon kembali. Saat panggilan balik dilakukan, Anda bisa langsung tersambung ke nomor luar negeri atau layanan premium dengan tarif per menit yang sangat tinggi, sehingga pulsa atau tagihan telepon terkuras tanpa disadari.

3. Verifikasi Target Penipuan Finansial

Dengan mengetahui bahwa nomor Anda aktif, pelaku akan mulai mengumpulkan data pribadi (data mining). Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengirim tautan berbahaya melalui pesan singkat, yang berpotensi berujung pada pengambilalihan aplikasi mobile banking hingga pengurasan rekening.

 

Ciri-Ciri Panggilan yang Harus Dicurigai

Agar tidak terjebak, penting untuk mengenali ciri-ciri mencurigakan dari silent call. Biasanya, panggilan ini datang dari nomor yang tidak dikenal, sering kali menggunakan kode internasional. Durasinya pun sangat singkat, hanya beberapa detik tanpa suara.

Selain itu, jika Anda menerima panggilan berulang dari nomor yang berbeda tetapi dengan pola serupa, hal ini bisa menjadi tanda adanya aktivitas otomatis dari sistem penipu. Dalam kondisi seperti ini, langkah paling aman adalah tidak memberikan respons sama sekali.

Tips Menghindari Silent Call

Para ahli hingga kini belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan alexithymia. Meski demikian, sejumlah penelitian mengindikasikan adanya beberapa faktor yang diduga berperan dalam kondisi ini:

1. Jangan Mulai Pembicaraan 

Hindari memulai percakapan ketika menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Sebaiknya tunggu hingga pihak yang menelepon terlebih dahulu berbicara.

2. Hindari Mengucapkan Kata-Kata yang Riskan

Anda juga disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata yang berisiko, seperti “iya”, “halo”, atau “siapa ini”. Pengulangan ucapan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk meniru atau mengkloning suara korban.

3. Terapkan Aturan 5 Detik

Saat menerima panggilan dari nomor tidak dikenal, tunggulah sekitar 3 hingga 5 detik. Jika tidak terdengar suara apa pun dari pihak penelepon, segera akhiri panggilan dan blokir nomor tersebut.

4. Gunakan Aplikasi Pelacak Nomor dan Pemblokir Panggilan Spam

Gunakan aplikasi pelacak nomor ketika menerima panggilan dari nomor tidak dikenal. Aplikasi tersebut biasanya menampilkan label atau tanda yang berasal dari laporan pengguna lain, sehingga Anda bisa mengetahui apakah nomor itu terindikasi spam atau penipuan.

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi pemblokir panggilan spam untuk perlindungan tambahan. Aplikasi ini dapat secara otomatis mendeteksi, menyaring, dan memblokir nomor yang dicurigai melakukan silent call atau aktivitas penipuan, sehingga membantu mengurangi risiko menjadi korban modus tersebut.

5. Verifikasi dengan Kata Sandi Rahasia 

Anda disarankan untuk membuat kata sandi khusus yang hanya diketahui oleh anggota keluarga inti. Kata ini dapat digunakan sebagai bentuk verifikasi ketika ada panggilan yang mengatasnamakan Anda dan meminta hal-hal yang mencurigakan.

6. Manfaatkan Fitur Keamanan Pada Ponsel

Saat ini, banyak perangkat sudah dilengkapi fitur seperti silence unknown callers atau pemblokiran otomatis untuk nomor tidak dikenal. Anda dapat menggunakan fitur tersebut di perangkat Anda sebagai langkah perlindungan agar terhindar dari modus penipuan silent call.

7. Jangan Pernah Telepon Balik

Hindari melakukan panggilan balik dalam situasi apa pun. Teknik missed call bait merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan untuk menjebak korban.

 

Pentingnya Literasi Digital dan Perlindungan Kolektif

Fenomena ini juga menunjukkan betapa pentingnya literasi digital di masyarakat. Edukasi tidak hanya perlu diberikan kepada individu, tetapi juga kepada keluarga, terutama orang tua dan anak-anak yang kerap menjadi sasaran utama penipuan.

Di sisi lain, peran operator telekomunikasi dan regulator juga sangat penting. Penyaringan terhadap pola panggilan mencurigakan serta pengembangan basis data spam nasional dapat menjadi langkah strategis untuk menekan kejahatan ini.

Pada akhirnya, kewaspadaan pengguna tetap menjadi pertahanan utama. Di era konektivitas tanpa batas, satu panggilan singkat tanpa suara dapat menjadi celah awal bagi ancaman yang lebih serius.

 

Baca artikel lainnya: Daftar Aplikasi Pemblokir Panggilan Spam Secara Otomatis