Pemberitaan terkait meningkatnya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) baru-baru ini kembali meningkat. Karhutla merupakan jenis bencana yang terjadi disebabkan oleh faktor alam atau perbuatan manusia. Kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian setelah jumlah titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan meningkat tajam pada pertengahan Agustus 2026. Kementerian Kehutanan mencatat sebanyak 518 hotspot berkepercayaan tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan pada 19 Agustus 2026, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya. 

Oleh karena  itu jika karhutla terus terjadi, maka suatu wilayah akan kerugian ekonomi yang cukup besar. Untuk meminimalisir terjadinya karhutla maka kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya karhutla, berikut ini beberapa penjelasannya.

Pengertian Karhutla 

Karhutla adalah suatu peristiwa terjadinya kebakaran hutan atau lahan yang dapat terjadi secara alami atau oleh perbuatan manusia, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik. Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman karhutla juga semakin meningkat, hal tersebut disebabkan oleh perubahan kondisi lingkungan, suhu udara yang lebih panas, musim kemarau yang berlangsung lebih lama, serta berkurangnya kelembapan membuat pepohonan, semak, dan rumput menjadi lebih mudah terbakar.

Karhutla tidak hanya dapat terjadi di kawasan hutan, kebakaran dapat juga terjadi di kawasan hutan, perkebunan, semak belukan, hingga lahan gambut yang mengalami kekeringan. Karhutla umumnya dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal yang dilakukan oleh aktivitas manusia ataupun yang disebabkan secara alami. Namun kebanyakan kebakaran disebabkan oleh tindakan manusia umumnya berupa kegiatan pembakaran sampah di sekitar hutan, pembukaan lahan dengan cara membakar hutan, atau aktivitas lain yang disebabkan oleh kelalaian individu, misalnya membuang sisa puntung rokok sembarangan. 

Penyebab Terjadinya Karhutla 

Kebakaran umumnya dapat terjadi akibat aktivitas manusia ataupun faktor alam, kemudian dapat menyebar akibat kondisi lingkungan yang kering. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan: 

1. Karhutla yang Disebabkan oleh Aktivitas Manusia 

Aktivitas manusia menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya karhutla, aktivitas yang dilakukan juga beragam. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat berupa, pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar hutan, tindakan tersebut merupakan salah satu aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Selain itu, penebangan pohon secara sembarangan tanpa adanya upaya atau tindakan reboisasi, dengan adanya tindakan seperti hal tersebut dapat merusak ekosistem hutan dan mengurangi kelestarian vegetasi. 

Aktivitas lain, seperti membakar sampah di kawasan hutan serta membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar, juga berpotensi memicu munculnya api yang dapat menyebar dengan cepat, terutama saat kondisi lingkungan kering. Jika tidak dikendalikan, berbagai aktivitas tersebut dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kerusakan lingkungan, hilangnya habitat satwa, serta pencemaran udara akibat asap kebakaran. 

2. Karhutla yang Disebabkan oleh Faktor Alam  

Selain yang disebabkan oleh manusia, karhutla juga dapat disebabkan oleh cuaca atau secara alami. hal-hal alami yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat beragam. Diantaranya kebakaran yang disebabkan oleh sambaran petir, terutama petir yang muncul tanpa disertai hujan. Sambaran petir tersebut dapat menjadi salah satu penyebab alami kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika menyambar pohon atau wilayah yang kering mudah terbakar. Jika kondisi lingkungan sedang panas dan minim kelembapan, percikan api yang muncul akibat sambaran petir dapat memicu kebakaran dan menyebar ke area sekitarnya. 

Kekeringan dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya karhutla. Kekeringan yang terjadi  dalam jangka waktu yang panjang dapat mengurangi kadar air pada tanah, pohon, daun, dan rumput sehingga vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Kondisi ini membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila terdapat sumber pemicu, seperti sambaran petir atau aktivitas manusia. Hal ini dapat menyebabkan risiko kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat, terutama saat cuaca panas disertai angin yang kencang. 

Penyebab lainnya juga dapat disebabkan oleh angin, meskipun angin bukan salah satu penyebab utama munculnya api, tetapi dengan adanya angin dapat memicu perkembangan kobaran api. Tiupan angin mampu mendorong kobaran api lebih cepat, menambah pasokan oksigen, sekaligus membawa kobaran api ke lokasi lain sehingga dapat memunculkan kebakaran pada titik-titik lainnya. Selain itu, salah satu pemicu kobaran api sulit dipadamkan adalah karena adanya kombinasi antara cuaca panas, wilayah yang kering, angin kencang, dan kondisi topografi juga sering menyebabkan kebakaran berkembang menjadi sulit untuk dikendalikan. 

Dampak yang Dapat Ditimbulkan Oleh Karhutla 

Karhutla tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya kehangusan pada suatu wilayah. Tetapi dampaknya juga dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang, Yaitu dapat menimbulkan gangguan terhadap ekonomi masyarakat dan mengganggu kesehatan penduduk disekitarnya. 

Dari segi lingkungan, kebakaran dapat menyebabkan satwa liar di hutan menjadi kehilangan habitatnya. Api juga merusak keanekaragaman hayati, mengurangi kemampuan hutan menyerap karbon, serta meningkatkan emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim.

Dampak lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu banyaknya kabut asap. Asap yang disebabkan oleh pembakaran, dapat menimbulkan permasalahan pada saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. gangguan kesehatan yang dapat dirasakan masyarakat yaitu dapat berupa iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga memperburuk penyakit pernapasan bawaan. selain itu, perlu juga kita tahu bahwa ada beberapa kelompok rentan yang perlu kita lindungi saat ada kabut asap yaitu lansia, anak-anak, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan bawaan. 

Cara Mencegah Terjadinya Karhuta 

Karhutla dapat dicegah dengan cara tidak membuka lahan dengan menggunakan api, tidak membuang sumber api sembarangan di kawasan kering atau mudah terbakar, seperti puntung rokok, obat nyamuk, dan korek api. serta segera melakukan pelaporan apabila terjadi kebakaran. Pencegahan kebakaran ini  pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi risiko sebaran titik api sekaligus mencegah penyebaran api apabila terjadi kebakaran. 

Dengan memahami berbagai pengertian, penyebab, dampak, dan cara mencegah karhutla, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan. Selain itu dalam melakukan upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menghindari aktivitas yang dapat memicu api hingga segera melaporkan kebakaran kepada pihak berwenang. Dengan begitu, risiko kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, dan kerugian ekonomi akibat karhutla dapat dihindari.

Baca juga: 10 Cara Mengurangi Emisi Karbon di Kehidupan Sehari-Hari