Akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) tidak hanya menyebabkan pada lingkungan. Tetapi juga dapat menghasilkan asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Asap besar yang dihasilkan dari pembakaran hutan ini dapat menyebar mengikuti arah angin, sehingga dampaknya dapat dirasakan juga oleh masyarakat atau wilayah yang jauh dari lokasi kebakaran.

Kabut asap yang terhirup oleh masyarakat, perlu diwaspadai karena asap tersebut mengandung partikel halus dan berbagai polutan yang dapat menurunkan kualitas udara sehingga dapat mengganggu kesehatan warga sekitar. Jika asap dari kebakaran terpapar dan terhirup terus menerus maka akan mengakibatkan permasalahan kesehatan khususnya pada pernapasan dan iritasi mata. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menghindari dan mengenali bahaya dari kabut asap yang disebabkan oleh karhutla untuk menghindari berbagai permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh asap tersebut. 

Bahaya Kabut Asap Akibat Karhutla Bagi Tubuh

Kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat sangat berdampak dengan jarak andang. Asap yang tebal tersebut tidak hanya mempengaruhi lingkungan, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi kesehatan. Apa saja permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh kabut asap pembakaran hutan? Berikut ini macam-macamnya: 

1. Menyebabkan Iritasi Mata dan Tenggorokan 

Salah satu dampak yang dapat dirasakan oleh paparan asap karhutla adalah iritasi mata dan sakit tenggorokan. Akibat terlalu sering terpapar asap yang disebabkan oleh karhutla mata dapat mengalami iritasi, kondisi tersebut biasanya ditandai dengan mata terasa perih, merah, berair, dan gatal. Paparan asap juga dapat menimbulkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, gejala yang ditimbulkan dapat berupa sakit tenggorokan, hidung terasa tersumbat, dan batuk. Keluhan tersebut umumnya dapat semakin terasa ketika kualitas udara di sekitar semakin memburuk.

2. Meningkatkan Risiko ISPA 

Jumlah Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat. Hal ini disebabkan karena asap karhutla dapat mengganggu saluran pernapasan, sehingga dapat meningkatkan risiko ISPA. Dikutip dari LPP RRI Kemenkes melaporkan 13.500 kasus ISPA akibat karhutla meningkat sejak Juli hingga Agustus 2026 di sejumlah wilayah terdampak. Kasus tersebut turut menjadi salah satu perhatian pemerintah karena dampak asap karhutla berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat, terutama pada pernapasan.

3. Memperburuk Penyakit Asma dan Paru-paru

Bagi sebagian orang, terutama orang yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti asma atau penyakit paru-paru kronis, kabut asap dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Partikel halus dan polutan yang terdapat dalam asap dapat memicu peradangan serta memperberat keluhan pernapasan. Dalam kondisi tertentu, paparan asap juga dapat menyebabkan gejala menjadi lebih parah sehingga penderita membutuhkan pertolongan medis. Oleh karena itu, orang dengan penyakit pernapasan perlu lebih berhati-hati terutama ketika kualitas udara menurun.

4. Menyebabkan Gangguan Pernapasan 

Paparan asap dapat menyebabkan seseorang mengalami batuk, sesak, hingga kesulitan bernapas. Risiko ini merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama saat paparan berlangsung lama dan kondisi udara yang buruk. 

Kelompok Rentan Terkena Dampak Kabut Asap 

Akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang saat ini terjadi di Kalimantan, tebaran asap tersebut dapat berdampak pada siapa saja. Namun juga terdapat beberapa kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi dalam mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara tersebut. Berikut ini beberapa kategori yang menjadi kelompok rentan berdasarkan Informasi dari Kemenkes: 

  • Anak-anak: Memiliki sistem pernapasan yang masih berkembang, sehingga membuat anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara. 
  • Lansia: Memiliki daya tahan tubuh yang mulai melemah dan dapat memberikan resiko komplikasi, terutama jika memiliki penyakit bawaan
  • Ibu Hamil: Paparan polusi udara perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan risiko kesehatan selama kehamilan berlangsung.
  • Penderita penyakit bawaan: Orang yang memiliki penyakit bawaan seperti asma dan paru-paru dapat memicu gangguan pernapasan kronis. 
  • Pekerja luar Ruangan: Orang yang bekerja di area terbuka selama atau sesudah karhutla berlangsung, dapat berpotensi mengalami paparan asap lebih lama selama beraktivitas. Hal tersebut dapat mengganggu kondisi kesehatan. 

Cara Melindungi Diri Dari Paparan Asap

Paparan asap yang diakibatkan karhutla merupakan suatu kondisi yang tidak bisa kita hindari, terutama pada wilayah terdampak. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghindari paparan asap karhutla. 

  • Melakukan pembatasan aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk.
  • Menggunakan masker saat keluar rumah. 
  • Tutup pintu dan jendela dengan rapat untuk menghindari paparan asap masuk kedalam rumah.
  • Pantau situs informasi kualitas udara dari sumber resmi
  • Jika mengalami gangguan pernapasan, segera hubungi petugas kesehatan. 

Dampak Karhutla tidak hanya berpengaruh pada kondisi lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan, permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh paparan asap karhutla dapat berupa iritasi mata dan gangguan pernapasan. Risiko tersebut perlu diwaspadai terutama pada golongan kelompok rentan. Oleh karena itu masyarakat perlu menghindari paparan asap dengan cara membatasi aktivitas diluar ruangan, serta melakukan perlindungan dari rumah yang sesuai. 

Baca juga: Cara Mengatasi Karhutla, Ini Langkah Penanganannya