Kebijakan baru pemerintah terkait kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah membuat banyak negara mencari cara untuk berhemat, termasuk Indonesia. Mulai Rabu, 1 April 2026, pemerintah menetapkan aturan bekerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Nah, sebenarnya apa itu sistem WFH? Bagaimana kelebihan dan kekurangannya dalam praktik kerja sehari-hari? Mari kita bahas lebih lanjut di bawah ini!
Definisi Work From Home (WFH)
Sistem kerja WFH adalah metode bekerja yang dilakukan dari rumah tanpa perlu datang ke kantor. Model kerja jarak jauh ini juga kerap dikenal sebagai remote working. Dengan sistem ini, pekerja tidak harus melakukan perjalanan ke tempat kerja, melainkan cukup menyiapkan perangkat atau gadget untuk menunjang aktivitas produktif dari rumah.
Mengutip dari Rippling, konsep bekerja dari rumah sebenarnya bukan hal yang baru. Pada masa lalu, hanya profesi tertentu seperti penulis, seniman, atau pekerja lepas yang dapat melakukannya. Namun, sejak Revolusi Industri, masyarakat mulai terbiasa bekerja di kantor karena kebutuhan produksi dan koordinasi yang terpusat.
Seiring kemajuan teknologi, mulai dari internet, email, hingga cloud computing, banyak perusahaan kemudian menyediakan pilihan kerja jarak jauh. Terlebih sejak pandemi, WFH semakin populer dan menjadi salah satu bentuk kerja fleksibel yang banyak digunakan hingga saat ini.
Kelebihan Work From Home (WFH)
1. Menghemat Biaya Pengeluaran
WFH memberi keuntungan finansial bagi karyawan karena bisa mengurangi pengeluaran untuk makan dan transportasi. Perusahaan pun diuntungkan dengan pengelolaan anggaran yang lebih efisien. Sebaliknya, bekerja dari kantor meski mendapat tunjangan makan dan transportasi, sering kali membuat karyawan tergoda membeli makanan di luar. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan bisa melebihi anggaran yang sudah direncanakan.
2. Lebih Fleksibel
WFH menghadirkan keleluasaan dalam menentukan lingkungan kerja yang paling mendukung produktivitas. Karyawan bisa memilih tempat yang nyaman, baik di rumah, kafe, maupun lokasi lain yang sesuai. Selain itu, jadwal kerja dapat disesuaikan dengan ritme pribadi, sehingga konsentrasi meningkat dan hasil kerja pun lebih optimal.
3. Tidak Terdistraksi Suasana Kantor
Sering kali di kantor fokus terganggu oleh berbagai hal, mulai dari obrolan rekan kerja, suhu AC yang tidak nyaman, dering telepon, hingga musik yang terlalu keras. Saat WFH, semua distraksi itu bisa dihindari. Anda bebas menciptakan suasana kerja sesuai keinginan, seperti mendengarkan musik favorit, menyiapkan camilan, atau memilih ruang yang tenang. Lingkungan yang nyaman tanpa gangguan membuat produktivitas meningkat secara alami.
4. Mengurangi Stres Mobilisasi
Bagi karyawan yang tinggal jauh dari kantor, perjalanan harian sering kali penuh tantangan: macet di jalan atau berdesakan di KRL yang padat. Tanpa disadari, rutinitas ini bisa memicu stres, bahkan membuat energi terkuras sebelum pekerjaan dimulai. Akibatnya, semangat kerja pun berkurang seperti pepatah, “tua di jalan.”
Dengan WFH, semua itu bisa dihindari. Anda bisa terbebas dari tekanan perjalanan, menikmati pagi yang lebih tenang, dan bekerja tanpa khawatir telat atau lelah di perjalanan.
5. Lebih Dekat dengan Keluarga
Bekerja dari rumah menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka yang sudah berkeluarga. Jika bekerja di kantor berarti mengurangi waktu bersama keluarga, WFH justru memungkinkan interaksi setiap hari dengan keluarga tercinta.
6. Mengurangi Tingkat Polisi
Melalui penerapan Work From Home (WFH), dampak positif terhadap permasalahan polusi udara dapat dicapai melalui berbagai cara. Pertama, berkurangnya jumlah kendaraan di jalan menyebabkan penurunan emisi gas buang yang menjadi penyebab utama polusi udara di perkotaan.
Selain itu, WFH juga membantu mengurangi kemacetan pada waktu-waktu tertentu sehingga salah satu faktor penyebab polusi dapat diminimalkan. Penggunaan bahan bakar fosil pun menurun karena tidak adanya kebutuhan untuk bepergian ke kantor setiap hari.
Dampak lainnya adalah meningkatnya kualitas udara di perkotaan, yang pada akhirnya dapat menurunkan risiko gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga meningkat, karena mereka semakin memahami manfaat positif WFH bagi lingkungan. Terakhir, WFH mendorong perubahan dalam kebiasaan mobilitas sehari-hari menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
7. Meningkatnya Produktivitas
Salah satu kelebihan lain dari penerapan WFH adalah meningkatnya produktivitas karyawan. Hal ini terjadi karena tingkat stres berkurang, sehingga energi bisa lebih difokuskan pada pekerjaan. Faktor penyebab stres seperti kemacetan di jalan atau konflik dengan rekan kerja di kantor dapat dihindari, sehingga karyawan lebih tenang dan mampu bekerja dengan lebih efektif.
Kekurangan Work From Home (WFH)
1. Jam Kerja Tidak Teratur
Sistem WFH memang memberi keleluasaan, tetapi jika dijalankan terlalu longgar bisa menimbulkan masalah. Tanpa batasan jam kerja yang jelas, seseorang bisa saja terus-menerus fokus pada pekerjaan seolah 24/7, atau sebaliknya justru menunda tugas dan mengabaikan tanggung jawab. Karena itu, penting untuk tetap menetapkan aturan pribadi agar keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan tetap terjaga.
2. Hilangnya Motivasi Kerja
WFH berpotensi menurunkan motivasi kerja karyawan. Suasana rumah yang cenderung santai serta minimnya pengawasan langsung dari atasan dapat menyebabkan semangat bekerja berkurang. Selain itu, berbagai distraksi seperti media sosial atau hiburan di rumah juga dapat mengganggu fokus terhadap pekerjaan.Oleh sebab itu, diperlukan pengaturan jadwal yang terencana serta kemampuan untuk tetap memusatkan perhatian pada tugas-tugas yang menjadi prioritas.
3. Banyak Gangguan Ketika Bekerja
Tidak semua pekerjaan bisa berjalan mulus saat dilakukan dari rumah. Meski terbebas dari gangguan rekan kerja di kantor, WFH tetap memiliki tantangan tersendiri. Misalnya, ketika sedang mengikuti rapat online, suara dari anggota keluarga bisa masuk dan mengganggu. Situasi semakin sulit jika ada anak-anak di rumah yang kerap masuk ke ruangan saat Anda sedang bekerja.
4. Sering Terjadi Kesalahpahaman/Miskomunikasi
Komunikasi menjadi salah satu tantangan utama saat bekerja dari rumah. Jarak fisik membuat koordinasi tidak selalu berjalan mulus dan sering menimbulkan kesalahpahaman antar rekan kerja. Situasi bisa semakin sulit jika ada anggota tim yang sulit dihubungi ketika dibutuhkan, sehingga kolaborasi terasa kurang efektif.
5. Sulit Memisahkan Waktu Kerja dan Kehidupan Pribadi
Bekerja dari rumah dapat membuat batas antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kurang jelas. Tanpa pemisahan yang tegas antara jam kerja dan waktu istirahat, seseorang cenderung tetap terlibat dalam pekerjaan meskipun seharusnya sudah beristirahat. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang pada akhirnya berdampak buruk pada kesejahteraan serta kesehatan mental.
6. Tidak Semua Pekerjaan Bisa Dikerjakan di Rumah
Bekerja dari rumah terkadang terasa menyenangkan karena tidak perlu menghadapi kemacetan di perjalanan. Namun, kelemahannya adalah tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan dengan sistem ini. Bahkan, jika tetap dipaksakan, pekerjaan tersebut berisiko tidak berjalan secara optimal dan hasil yang dicapai pun kurang maksimal.
7. Minim Tatap Muka dengan Rekan Kerja
WFH dapat mengurangi kesempatan untuk berdiskusi secara langsung atau berinteraksi santai seperti di kantor. Akibatnya, hubungan antaranggota tim berpotensi menjadi kurang erat jika komunikasi secara virtual tidak dijaga dengan baik.
Tips Agar Tetap Produktif Saat WFH
WFH merupakan metode bekerja dari rumah yang tampak lebih santai, tetapi jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan target pekerjaan menjadi tidak teratur. Oleh karena itu, agar tetap fokus dan produktif, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Buat Jadwal Kerja yang Jelas
Menetapkan jam kerja yang tetap sangat penting untuk menjaga kedisiplinan. Usahakan memulai pekerjaan pada waktu yang sama setiap hari, sebagaimana saat bekerja di kantor. Dengan jadwal yang konsisten, tubuh dan pikiran akan terbiasa untuk berkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu.
2. Minimalkan Gangguan
Saat bekerja dari rumah, gangguan dapat muncul dari berbagai sumber, seperti televisi, media sosial, maupun anggota keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi distraksi dengan menonaktifkan notifikasi yang tidak diperlukan serta memberi tahu orang di rumah mengenai jadwal kerja Anda.
3. Siapkan Ruang Kerja Khusus
Jika memungkinkan, siapkan area atau ruang khusus untuk bekerja. Dengan memisahkan tempat kerja dari area bersantai, kamu dapat lebih berkonsentrasi, dan orang di rumah juga akan memahami kapan Anda sedang tidak bisa diganggu.
4. Atur Jeda Istirahat
Seberapa pun padatnya aktivitas, tetap luangkan waktu untuk beristirahat. Cobalah berdiri dari kursi, melakukan peregangan ringan, atau sekadar membuat minuman hangat agar pikiran kembali segar dan siap melanjutkan pekerjaan.
5. Tetap Komunikasi dengan Tim
Pastikan untuk secara rutin memperbarui perkembangan pekerjaan kepada rekan kerja atau atasan. Komunikasi yang baik akan membantu pekerjaan tetap terarah dan mencegah Anda tertinggal informasi penting meskipun jarang bertemu secara langsung.
6. Buat To-Do List Harian
Susun target harian berupa to-do list atau daftar tugas yang ingin diselesaikan dalam satu hari. Target ini dapat dibuat dengan mudah menggunakan aplikasi seperti Google Keep, Google Tasks, Notes, atau cukup ditulis secara manual di buku maupun selembar kertas.
7. Pastikan Koneksi Internet dan Perangkat Pendukung Stabil
Menyiapkan cadangan kuota internet atau memastikan kabel charger laptop selalu tersedia akan membantu mencegah hambatan saat mengikuti rapat online maupun mengirim dokumen penting.
8. Mengatasi Masalah Kurangnya Koneksi dengan Rekan Kerja
Adakan pertemuan atau rapat virtual secara rutin untuk membahas pekerjaan, bertukar informasi, serta menjaga keterhubungan antaranggota tim. Selain itu, manfaatkan platform kolaborasi online untuk berdiskusi, berbagi dokumen, dan berkomunikasi dengan rekan kerja, sehingga alur kerja tim tetap berjalan dengan baik.
9. Log Off Saat Jam Kerja Telah Selesai
Untuk mencegah burnout, buatlah kebiasaan penutup setelah jam kerja berakhir, seperti merapikan meja, menyusun daftar tugas untuk keesokan hari, mematikan laptop sepenuhnya, atau menonaktifkan perangkat kerja lainnya. Hal ini menjadi tanda bahwa waktu pribadi Anda telah dimulai.
Baca artikel lainnya: 10 Cara Efektif Atasi Miskomunikasi di Tempat Kerja
