Eksfoliasi merupakan tahapan penting dalam perawatan kulit untuk menjaga wajah tetap segar, cerah, dan bebas dari tumpukan sel kulit mati. Dua bahan aktif yang paling populer digunakan adalah AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid). Walaupun keduanya sama-sama berfungsi sebagai eksfoliator, ternyata AHA dan BHA bekerja dengan cara yang berbeda dan cocok untuk jenis masalah kulit yang berbeda pula.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang AHA vs BHA, mulai dari pengertian, manfaat, perbedaan, hingga tips penggunaannya.
Mengenal AHA dan BHA
AHA (Alpha Hydroxy Acid) adalah jenis asam yang larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit untuk mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit terlihat lebih halus dan bercahaya. Beberapa jenis kandungan AHA yang umum ditemukan dalam produk skincare antara lain:
- Citric acid — berasal dari buah jeruk
- Glycolic acid — berasal dari tebu
- Hydroxycaproic acid — berasal dari royal jelly
- Hydroxycaprylic acid — berasal dari hewan
- Lactic acid — berasal dari karbohidrat
- Malic acid — berasal dari buah-buahan
- Tartaric acid — berasal dari anggur
Sebaliknya, BHA (Beta Hydroxy Acid) larut dalam minyak, sehingga mampu masuk lebih dalam ke pori-pori untuk membersihkan sebum berlebih serta kotoran. Karena sifatnya ini, BHA sangat efektif untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, dengan salicylic acid sebagai contoh yang paling umum.
Manfaat AHA untuk Kulit
AHA bekerja dengan membantu melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati pada lapisan terluar kulit. Dengan proses tersebut, sel kulit mati lebih mudah terangkat sehingga kulit terlihat lebih lembut, cerah, dan memiliki warna yang lebih merata.
Selain itu, AHA juga dikenal mampu membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan pada wajah.
Berikut beberapa manfaat utama AHA untuk kulit:
- Membantu mencerahkan kulit yang tampak kusam
- Memudarkan noda hitam dan hiperpigmentasi
- Mengurangi tampilan garis halus serta kerutan
- Mendukung peningkatan produksi kolagen pada kulit
Manfaat BHA untuk Kulit
BHA, terutama salicylic acid, mampu bekerja hingga ke dalam pori-pori untuk membersihkan minyak, kotoran, dan penumpukan sel kulit mati yang menyumbat kulit. Karena kemampuannya tersebut, BHA sering digunakan untuk membantu mengatasi masalah jerawat dan komedo.
Selain itu, BHA juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan kemerahan dan iritasi pada kulit yang sedang meradang.
Berikut beberapa manfaat utama BHA untuk kulit:
- Membantu mengatasi jerawat dan komedo
- Membersihkan pori-pori yang tersumbat
- Mengurangi peradangan dan kemerahan pada kulit
- Membantu mengontrol produksi minyak berlebih
Perbedaan AHA dan BHA
Perbedaan mendasar antara AHA dan BHA terletak pada sifat serta cara kerjanya pada kulit. AHA bekerja pada lapisan permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati, sedangkan BHA mampu masuk hingga ke dalam pori-pori guna membersihkan minyak dan kotoran yang menyumbat. Berikut adalah tabel perbedaan AHA dan BHA:
| Aspek | AHA (Alpha Hydroxy Acid) | BHA (Beta Hydroxy Acid) |
| Sifat Kelarutan | Mudah larut dalam air | Larut dalam minyak |
| Cara Kerja pada Kulit | Bekerja di lapisan terluar kulit | Dapat masuk hingga ke dalam pori-pori |
| Jenis Kulit yang Sesuai | Cocok untuk kulit kering dan normal | Cocok untuk kulit berminyak dan rentan jerawat |
| Manfaat Utama | Membantu mencerahkan kulit dan menyamarkan garis halus | Membantu mengatasi jerawat serta membersihkan pori-pori yang tersumbat |
Cara Menggunakan AHA dan BHA dengan Aman
Perbedaan mendasar antara AHA dan BHA terletak pada sifat serta cara kerjanya pada kulit. AHA bekerja pada lapisan permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati, sedangkan BHA mampu masuk hingga ke dalam pori-pori guna membersihkan minyak dan kotoran yang menyumbat. Berikut adalah tabel perbedaan AHA dan BHA:
1. Mulai dari Konsentrasi Rendah
Jika baru pertama kali mencoba AHA atau BHA, sebaiknya pilih produk dengan kadar yang rendah terlebih dahulu. Cara ini membantu kulit beradaptasi dan mengurangi risiko iritasi.
2. Gunakan Secara Bertahap
Bagi pemula, disarankan memulai dari produk dengan konsentrasi rendah terlebih dahulu agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi. Misalnya, gunakan AHA dengan kadar sekitar 5% atau BHA sekitar 2%.
Penggunaan bertahap juga membantu mengurangi risiko kulit kemerahan, perih, atau over-exfoliation.
3. Gunakan pada Waktu yang Tepat
AHA lebih dianjurkan digunakan pada malam hari karena kandungan ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.
Sementara itu, BHA dapat digunakan pada pagi atau malam hari untuk membantu membersihkan pori-pori dan mengontrol produksi minyak berlebih sebelum beraktivitas.
4. Selalu Gunakan Sunscreen
AHA dan BHA dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen minimal SPF 30 sangat penting untuk melindungi kulit dari risiko iritasi, sunburn, dan hiperpigmentasi.
5. Kombinasikan dengan Kandungan yang Tepat
AHA dan BHA masih dapat dipadukan dengan beberapa bahan aktif lain seperti niacinamide untuk membantu menjaga kelembapan dan menenangkan kulit, atau hyaluronic acid untuk memberikan hidrasi tambahan.
Namun, hindari penggunaan bersamaan dengan retinol atau vitamin C dalam satu waktu karena dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit.
Jika ingin menggunakan retinol, beri jeda beberapa hari sebelum atau setelah penggunaan AHA maupun BHA agar kulit tidak mengalami eksfoliasi berlebihan.
6. Hindari Area Kulit yang Sensitif
Sebaiknya jangan mengaplikasikan AHA atau BHA terlalu dekat dengan area mata dan bibir karena bagian tersebut cenderung lebih tipis dan sensitif sehingga mudah mengalami iritasi.
Tanda-Tanda Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Walaupun memiliki banyak manfaat untuk kulit, penggunaan AHA dan BHA yang berlebihan atau tidak sesuai aturan dapat memicu beberapa efek samping pada kulit.
Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Kulit menjadi kemerahan
- Muncul rasa perih atau sensasi terbakar
- Kulit terasa kering dan mulai mengelupas
Apakah AHA dan BHA Bisa Dipakai Bersamaan?
AHA dan BHA pada dasarnya dapat digunakan dalam satu rutinitas skincare untuk membantu proses eksfoliasi kulit secara lebih maksimal. Kombinasi keduanya mampu membantu membersihkan permukaan kulit sekaligus pori-pori secara menyeluruh.
Namun, karena sama-sama termasuk kandungan asam, penggunaan bersamaan perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan iritasi, kulit kering, atau sensasi perih berlebihan.
Untuk penggunaan yang lebih aman, kamu bisa memakai AHA dan BHA secara bergantian sesuai kebutuhan kulit. Selain itu, memilih produk yang memang diformulasikan dengan perpaduan AHA dan BHA dalam kadar seimbang juga dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dan minim risiko iritasi.
Kesimpulan
AHA dan BHA sama-sama bermanfaat untuk eksfoliasi kulit, tetapi memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan kulit masing-masing. AHA lebih cocok untuk membantu mencerahkan kulit, menyamarkan noda, dan memperbaiki tekstur kulit, sedangkan BHA lebih efektif untuk membersihkan pori-pori, mengontrol minyak berlebih, serta mengatasi jerawat dan komedo.
Agar hasilnya maksimal dan aman, penggunaan keduanya perlu disesuaikan dengan jenis kulit serta dilakukan secara bertahap disertai penggunaan sunscreen.
Baca artikel lainnya: 12 Cara Ampuh Memperbaiki Tekstur Kulit Agar Lebih Halus
