Paparan asap yang disebabkan oleh karhutla bisa saja masuk kedalam rumah melalui sela-sela pintu dan jendela di rumah. Meski sela pintu dan jendela sudah ditutup dengan rapat, aroma terbakar dapat tercium ke dalam ruangan tempat tinggal, hal tersebut dapat menjadi salah satu pertanda bahwa kondisi kebakaran sudah menunjukkan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan. Dengan kondisi asap yang sudah mulai memasuki lingkungan tempat tinggal, kualitas udara perlu segera ditangani untuk menghindari permasalahan pada saluran pernapasan.
Asap Karhutla mengandung partikel halus berbahaya, yang jika terhirup dapat memicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi tertentu terutama jika terhirup oleh kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Oleh karena itu selama udara disekitar masih buruk, sebaiknya masyarakat menghindari atau mengurangi aktivitas diluar rumah. Berikut beberapa cara penanganan yang dapat dilakukan setelah terpapar asap karhutla.
Cara Mengatasi Paparan Asap Karhutla di Rumah
Penanganan karhutla tidak hanya dapat bergantung pada pemerintah dan suatu instansi tertentu. Tetapi penanganan tersebut dapat dilakukan secara mandiri dirumah. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi paparan karhutla dirumah.
1. Tutup Pintu dan Jendela Saat Asap Diluar Meningkat
Saat kualitas udara di luar memburuk akibat asap, sebaiknya segera tutup rapat sekitaran pintu dan jendela serta tutup celah-celah kecil agar asap tidak mudah masuk. Selain itu, tindakan lain yang bisa kamu lakukan untuk mencegah paparan asap karhutla kita bisa memasang penutup celah pintu jika dibutuhkan. Namun perlu diingat, bahwa rumah yang tertutup total tanpa sirkulasi juga bisa menimbun polutan dari dalam ruangan, seperti asap masakan atau dupa. Jadi, tutup rapat rumah saat polusi di luar memuncak, lalu buka ventilasi secara berkala ketika udara di luar mulai membaik agar polusi dalam rumah tidak mengendap.
2. Bersihkan Debu dengan Lap Basah
Asap karhutla tidak hanya dapat mencemarkan udara, tetapi pada partikel debunya bisa saja menempel pada sekitaran rumah seperti kendaraan, jendela, teras, dan bagian lainnya. Untuk membersihkan sisa debu dari asap karhutla tersebut, kamu perlu siran bagian-bagian tersebut terlebih dahulu, kemudian baru bersihkan menggunakan lap yang setengah basah. Hindari membersihkan rumah dengan keadaan kering setelah paparan debu akibat asap karhutla, hal ini dapat menyebabkan partikel-partikel debu tersebut berterbangan dan terhirup kembali.
3. Siapkan Ruangan Yang Lebih Bersih Untuk Kelompok Anggota Keluarga Rentan
Jika asap karhutla mulai memasuki sekitaran rumah, kamu perlu menyiapkan satu ruangan dirumah yang kebersihannya tetap terawat. Pilih ruangan yang tidak memiliki banyak celah sehingga dapat meminimalisir debu masuk kedalam ruangan tersebut. Langkah ini perlu dilakukan terutama jika ada anggota keluarga yang rentan terkena dampak polusi udara, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang-orang dengan golongan memiliki penyakit bawaan.
4. Hindari Aktivitas yang Menambah Polusi Di dalam Rumah
Saat polusi udara sedang memburuk, sebaiknya kamu perlu menghimbau orang-orang dirumah untuk meminimalisir kegiatan yang dapat menambah polusi dari sumber lain didalam ruangan. Hal-hal yang perlu dihindari yaitu seperti, merokok didalam rumah, memasak terlalu lama, membakar sampah, dan lain sebagainya.
5. Atur Suhu AC Agar Tidak Mengambil Udara Dari Luar
Saat karhutla terjadi, penggunaan dapat AC membantu menjaga ruangan tetap sejuk saat jendela dan pintu ditutup. Agar asap luar tidak masuk, matikan fitur pendorong udara luar dan aktifkan mode recirculation.Pantau kondisi AC secara berkala, bersihkan filter AC secara rutin ,dan gunakan filter MERV 13 atau lebih tinggi pada sistem AC sentral jika memungkinkan.
Paparan asap karhutla perlu segera ditangani dengan cepat dan tepat untuk menghindari risiko gangguan kesehatan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah meliputi menutup pintu dan jendela saat asap meningkat, membersihkan debu dengan lap basah, menyiapkan ruangan dengan udara yang lebih bersih, serta mengurangi berbagai sumber polusi di dalam rumah.
Selain itu, kita sebagai masyarakat perlu update terhadap informasi mengenai kualitas udara di sosial media dan tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang selama karhutla berlangsung. Jika kondisi udara semakin memburuk atau muncul keluhan seperti sesak napas, segera cari tempat dengan udara yang lebih bersih dan dapatkan bantuan medis sesuai kebutuhan. Dengan melakukan langkah penanganan yang tepat, risiko paparan asap karhutla dapat dikurangi.
Baca juga: Tak Hanya Sekedar Asap, Ini Dampak Karhutla Bagi Lingkungan
