Baru-baru ini Kementrian Kesehatan mencatat bahwa kasus influenza di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga akhir tahun. Meskipun begitu, perkiraan peningkatan ini belum signifikan sehingga masih terkendali. 

Peningkatan kasus Influenza tipe A di Indonesia saat ini mencapai hingga 38%. Lantas hal apa saja yang menyebabkan peningkatan kasus influenza tipe A di Indonesia? Simak penjelasan berikut.

Penyebab Influenza tipe A

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meninjau bahwa salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit dengan gejala flu di berbagai daerah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh beberapa faktor, seperti musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta erupsi gunung. Oleh karena itu masyarakat dihimbau agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap penularan influenza A. Himbauan ini diutamakan pada golongan yang rentan terkena penularan virus tersebut seperti lansia dan balita.

Berikut ini adalah beberapa faktor dan penyebab terhadap penyebaran influenza A:

1. Penularan Melalui Pernapasan

Penularan Influenza A dapat terjadi melalui percikan cairan yang keluar dari penderita ketika penderita mengalami bersin, batuk, atau berbicara. Ketika cairan ini terhirup oleh orang sehat, maka virus ini akan masuk ke saluran pernafasan, kemudian dapat menyebabkan demam. 

2. Kontak tidak Langsung

Virus dapat bertahan pada permukaan barang dalam beberapa jam. Penularan dapat terjadi jika seseorang menyentuh bagian barang yang terkontaminasi oleh virus, seperti gagang pintu, pegangan tangga atau barang pribadi penderita. Lalu setelah itu menyentuh area wajah seperti mulut, hidung atau mata.

3. Durasi Masa Penularan 

Penderita Influenza A berpotensi menularkan virus sejak satu hari sebelum gejala klinis muncul hingga 5-7 hari setelahnya. Pada anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh yang rendah, rentang waktu penularan ini dapat berlangsung lebih lama, bahkan mencapai dua minggu. 

4. Kerentanan dan Faktor Resiko

Risiko terinfeksi Influenza A meningkat pada individu yang berinteraksi erat dengan penderita, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau mengidap penyakit bawaan seperti asma, diabetes, dan permasalahan jantung. Selain itu, kelompok usia balita dan lansia juga tergolong lebih rentan terkena penularan influenza A. 

5. Pengaruh Lingkungan

Rendahnya suhu udara saat musim hujan atau musim dingin memicu kondisi ideal bagi daya tahan virus di udara. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya kesadaran menjaga kebersihan diri, seperti jarang mencuci tangan, yang dapat mempercepat terjadinya  penyebaran infeksi.

Ketika kamu sudah mengenali penyebab dari influenza A, kamu juga perlu kenali gejala yang dirasakan ketika terpapar virus Influenza A untuk segera melakukan penanganan. 

Gejala Terpapar Influenza A

Gejala paparan virus influenza biasanya akan terasa setelah 1-4 hari setelah kamu terpapar virus tersebut. Gejala yang umum dialami oleh penderita dapat meliputi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Hidung Tersumbat
  • Sakit Tenggorokan 
  • Demam 
  • Nyeri pada bagian tubuh

Sebagian besar penderita influenza A bisa sembuh tanpa harus melalui penanganan medis secara khusus. Namun dengan mengkonsumsi obat pereda demam pada awal terpapar dapat mengurangi tingkat keparahan dan lama sakit jika dikonsumsi setelah 48 jam setelah sakit. Selain itu, dengan melakukan istirahat yang cukup, mengkonsumsi vitamin, dan minum-minuman herbal juga dapat membantu mempercepat dalam proses pemulihan.

Langkah Mencegah Paparan Influenza A

Setelah kita mengenal influenza dan jenisnya, ada baiknya kita mengetahui cara pencegahan dari jangkitan virus tersebut. Yaitu dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjaga kebersihan terutama pada lingkungan yang lembab.
  • Melakukan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu.
  • Meminimalisir menyentuh bagian wajah (terutama bagian mata, hidung dan mulut). 
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk. 
  • Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit.
  • Melakukan vaksinasi untuk mencegah paparan influenza A. 

Meskipun influenza A merupakan penyakit yang masih mudah untuk ditangani, namun resiko peningkatan keparahan virus ini bisa meningkat jika memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan dengan lingkungan yang lembab. 

Baca Juga: Apa Itu Influenza A? Kenali Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya!