Selama puasa Ramadan, kulit lebih rentan kering dan kusam. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan pola makan, jam tidur, serta berkurangnya asupan cairan di siang hari. Lalu, apa saja penyebab dan hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Alasan Kulit Menjadi Kering dan Kusam Selama Berpuasa
Kulit kering dan kusam saat puasa bisa dipicu oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab utama kulit menjadi kering dan kusam saat puasa di antaranya sebagai berikut:
1. Kekurangan Cairan
Jika kamu penasaran mengapa kulit sering terasa lebih kering dan kusam selama Ramadan, penyebab utamanya adalah berkurangnya asupan cairan. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan hidrasi selama berjam-jam, sehingga terjadi dehidrasi yang langsung memengaruhi kelembapan kulit dan membuatnya tampak kusam.
2. Pola Tidur yang Bergeser Saat Bulan Puasa
Bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih malam membuat durasi serta kualitas tidur berkurang. Padahal, saat tidur malam hari, kulit melakukan proses regenerasi. Kurang tidur bisa mengganggu proses perbaikan sel kulit, sehingga kulit tampak lebih lelah, kurang segar, dan terasa lebih kering.
3. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Berminyak
Salah satu penyebab kulit menjadi kering dan kusam saat puasa adalah konsumsi gorengan yang berlebihan. Makanan yang sering dijadikan menu berbuka ini dapat memicu inflamasi pada kulit. Selain itu, proses penggorengan membuat makanan terhidrogenasi, sehingga merusak antioksidan dan nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh dan kulit.
4. Mandi Terlalu Lama
Mandi lama saat cuaca panas di bulan puasa memang terasa menyegarkan, tetapi kebiasaan ini sebenarnya kurang baik. Durasi mandi yang terlalu panjang dapat menghilangkan minyak alami kulit, sehingga membuat kulit menjadi kering.
5. Konsumsi Kafein Saat Sahur atau Berbuka
Kopi dan teh sering dijadikan pilihan saat sahur maupun berbuka. Namun, kafein memiliki efek diuretik ringan yang membuat tubuh lebih sering kehilangan cairan. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat mempercepat berkurangnya cairan tubuh dan menyebabkan kulit rentan kering.
6. Kurangnya Asupan Buah dan Sayur
Buah dan sayuran mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan penting dalam menjaga hidrasi dan kesehatan kulit. Namun, bila pola makan saat puasa minim serat dan nutrisi penting, kulit bisa ikut terdampak dan terlihat lebih kering.
7. Paparan AC Hingga Udara Panas
Ruangan ber-AC maupun cuaca panas dengan kelembapan rendah dapat mempercepat hilangnya air dari permukaan kulit. Lingkungan seperti ini membuat kulit lebih cepat kehilangan hidrasi, sehingga terasa kering meski tanpa aktivitas berat.
Ciri-Ciri Kulit Mengalami Dehidrasi
Bagaimana cara mengetahui kulit yang mulai mengalami dehidrasi? Menurut dr. Amanda, ada sejumlah tanda yang bisa diamati secara langsung:
- Garis dan tekstur kulit tampak lebih jelas
- Kulit terlihat kering dan kasar
- Mengelupas atau bersisik
- Munculnya kemerahan, iritasi, hingga beruntusan
- Skin barrier mulai terganggu
Cara Mengatasi Kulit Kering dan Kusam Saat Puasa
Walaupun kulit kering dan kusam saat puasa merupakan hal yang umum, kelembapan kulit tetap bisa dijaga dengan langkah yang tepat. Perawatan dari dalam maupun luar perlu dilakukan secara seimbang agar hasilnya optimal. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kulit kering dan kusam selama berpuasa:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Karena di siang hari kamu tidak bisa minum, kebutuhan cairan tubuh dapat dipenuhi dengan metode 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas ketika sahur. Dengan asupan cairan yang cukup, kulit akan terasa lebih lembap dan kenyal.
2. Jangan Lewatkan Pelembap
Ketika kulit mengalami kekeringan, penggunaan pelembap menjadi hal yang penting. Pilihlah produk yang tidak hanya melembapkan, tetapi juga memberikan hidrasi. Kandungan seperti shea butter, hyaluronic acid, atau gliserin bisa menjadi pilihan. Tekstur lotion atau gel cocok digunakan untuk kulit berminyak, namun jika kulit sangat kering, pelembap bertekstur krim lebih disarankan.
3. Batasi Waktu Mandi
Hindari mandi dengan air hangat dan batasi durasinya. Mandi terlalu lama atau berendam dengan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit. Sebaiknya mandi tidak lebih dari sekali sehari dengan durasi 5–10 menit. Gunakan body wash lembut tanpa pewangi berlebihan, dan jangan sampai busanya terlalu banyak. Setelah selesai, keringkan kulit menggunakan handuk lembut agar tidak menimbulkan goresan.
4. Memperbanyak Konsumsi Sayur dan Buah
Cara menjaga kulit tetap sehat saat puasa adalah dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Meski takjil manis dan gorengan sering menggoda, asupan nutrisi dari buah dan sayuran tetap harus dipenuhi. Mengonsumsi buah dan sayur saat sahur maupun berbuka membantu menutrisi kulit dari dalam. Untuk hasil kulit yang cerah dan terhidrasi, pilih buah dan sayur kaya vitamin C seperti jeruk, paprika, brokoli, stroberi, atau kiwi. Menurut Verywell Health, vitamin C berperan penting dalam kesehatan kulit karena dapat mencerahkan, menjaga keremajaan, memperbaiki kerusakan, dan mengurangi garis halus.
5. Kurangi Konsumsi Kafein Secara Berlebihan
Batasi konsumsi kopi dan teh, terutama saat sahur. Jika tetap ingin minum, sebaiknya imbangi dengan air putih. Menjaga keseimbangan cairan tubuh dapat mencegah dehidrasi yang memperburuk kondisi kulit kering.
6. Gunakan Sunscreen untuk Melindungi Skin Barrier
Meski sedang berpuasa, paparan sinar UV tetap dapat merusak kulit. Penggunaan tabir surya membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari. Perlindungan ini penting untuk menjaga barrier kulit agar tidak terganggu, sehingga risiko kekeringan bisa diminimalisir.
7. Rutin Mencuci wajah
Cuci wajah dengan lembut setidaknya dua kali sehari. Gunakan sabun yang ringan, bebas alkohol, dan tidak menghasilkan banyak busa, baik dua kali sehari maupun setelah berkeringat. Produk dengan kandungan asam stearat atau asam linoleat dapat membantu memperbaiki kondisi kulit.
8. Perbaiki Kualitas Tidur
Usahakan tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup meskipun jadwal berubah. Atur pola istirahat agar tubuh memperoleh pemulihan optimal. Proses regenerasi kulit berlangsung saat tidur, sehingga kualitas tidur yang baik membantu menjaga kulit tetap sehat dan lembap.
9. Gunakan Serum untuk Perawatan Kulit Kering dan Kusam
Untuk merawat kulit kering dan kusam secara efektif, menambahkan serum ke dalam skincare routine bisa menjadi solusi. Dilansir dari Healthline, serum diibaratkan sebagai “senjata” yang ampuh melawan berbagai masalah kulit, mulai dari warna kulit tidak merata, kusam, garis halus, hingga jerawat. Hal ini karena serum diformulasikan dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi dibanding produk skincare lain, sehingga hasilnya lebih optimal dalam waktu singkat.
10. Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Berminyak dan Tinggi Garam
Makanan berminyak seperti gorengan dapat mempercepat rasa dehidrasi dibandingkan jenis makanan lain, sehingga tubuh lebih sedikit menerima cairan. Begitu juga pada makanan tinggi garam. Konsumsi garam berlebihan saat berbuka atau sahur dapat memicu rasa haus berlebih, membuat tubuh memberi sinyal berupa mulut kering dan kulit terasa lebih kering.
Baca artikel lainnya: 6 Bahan Alami Ampuh Melembabkan Kulit Kering dan Kusam
