Di era modern, kebanyakan orang mulai memiliki beberapa kegiatan dalam satu waktu sekaligus. Hal ini didukung oleh kemajuan teknologi yang memungkinkan seseorang untuk lebih mudah tergabung dalam suatu kegiatan walaupun secara daring.

Kepercayaan kalau multitasking adalah cara terbaik untuk menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus dalam waktu yang singkat tidak sepenuhnya benar. Faktanya, multitasking justru dapat menurunkan kualitas kerja, merusak fokus, dan menguras energi mental.

Dampak Negatif Multitasking

Multitasking adalah kegiatan melakukan lebih dari satu tugas secara bersamaan dalam satu waktu. Tak jarang beberapa orang malah mendapatkan dampak negatif dari multitasking sebagai berikut.

1. Penurunan Fokus dan Meningkatnya Risiko Kesalahan

Saat seseorang melakukan beberapa tugas dalam satu waktu, otak terdorong untuk terus berpindah-pindah fokus. Hal ini bisa menyebabkan penurunan konsentrasi dan berdampak pada besarnya kemungkinan terjadinya kesalahan.

Seseorang yang melakukan multitasking tak jarang mengalami penyelesaian tugas yang terlambat. Terkadang orang yang memiliki kinerja bagus dan cepat malah dikenal sebagai orang yang tidak kompeten karena terhambat oleh kegiatan lainnya.

2. Penurunan Kualitas Pekerjaan dan Daya Ingat Jangka Pendek

Jika otak dituntut untuk terus bekerja keras dengan berbagai fokus yang diprioritaskan, hasil yang didapatkan sangat berpotensial untuk tidak maksimal. Hal ini karena informasi yang diproses tidak tersimpan dengan baik di memori jangka pendek.

Hal ini membuat orang tersebut cenderung cepat lupa sesuatu dan harus mengulang pekerjaan. Sayang sekali jika seseorang yang giat mengalami penurunan kinerja dan dikenal sebagai orang yang ceroboh karena sering lupa.

3. Rasa Produktif Palsu

Seseorang yang melakukan multitasking biasanya akan menganggap kalau ia sudah menyelesaikan tugas-tugasnya. Hal ini karena adanya ilusi produktivitas yang dialami. Padahal jika diperiksa kembali, pekerjaan tersebut belum tuntas.

Terkadang saat melakukan multitasking biasanya hasil dari pekerjaan yang didapat memiliki kualitas yang rendah. Hal ini karena fokus yang terbagi dan kurangnya dedikasi waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan.

4. Stres dan Kelelahan Mental

Multitasking faktanya dapat meningkatkan beban kognitif, karena otak terus memproses banyak informasi dalam satu waktu sekaligus. Bukannya malah menjadi produktif, multitasking bisa berdampak pada kelelahan mental dan stres.

Di samping itu, stres dan lelah yang berlebihan akan menyebabkan kecemasan yang mengganggu mental seseorang. 

Kapan Multitasking Masih Bisa Efektif?

Multitasking masih bisa diterapkan untuk melakukan tugas yang ringan dan tidak saling mengganggu atau tumpang tindih. Contoh aktivitasnya adalah melakukan olahraga sambil mendengarkan podcast, atau bersih-bersih rumah sambil mendengarkan musik.

Jenis aktivitas yang bisa dilakukan multitasking yaitu aktivitas yang bersifat otomatis dan tidak memerlukan konsentrasi yang tinggi. Kombinasi aktivitas yang tepat bisa dilakukan multitasking dengan tetap produktif.

Multitasking memang terdengar efisien, namun nyatanya sering mengurangi produktivitas seseorang. Fokus pada satu hal dalam satu waktu terbukti lebih efektif dalam menjaga kualitas kerja. Baca juga “Tanda Kamu Mengalami Burnout yang Sering Diabaikan”