Sebuah hubungan idealnya dapat menjadi tempat yang aman untuk berkembang, saling memberi dukungan, dan berbagi kebahagiaan. Namun, kenyataannya tidak semua hubungan berjalan dengan sehat. Ada kalanya seseorang justru terjebak dalam toxic relationship, yaitu hubungan yang lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada positif. Ironisnya, tanda-tanda hubungan yang tidak sehat seringkali diabaikan karena dianggap hal biasa atau tertutupi oleh rasa cinta yang terlalu besar.

Definisi Toxic Relationship 

Istilah ‘toxic’ memiliki arti racun yang mampu merusak dan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan seseorang. Sedangkan toxic relationship atau hubungan beracun dapat didefinisikan sebagai bentuk hubungan yang tidak sehat, di mana seseorang merasa tidak dipahami, kurang mendapatkan dukungan emosional serta perlakuan yang merendahkan. 

Psikolog klinis Michaela Thomas menegaskan bahwa istilah toxic tidak sekadar merujuk pada hubungan yang hambar, toxic berarti hubungan tersebut membahayakan kesejahteraanmu dan layaknya racun yang dapat meninggalkan luka mendalam serta berkepanjangan, sehingga mungkin akan membutuhkan bantuan untuk pulih. Bukannya memberikan kenyamanan dan dukungan, hubungan semacam ini justru menimbulkan tekanan, penderitaan sekaligus kerugian bagi pihak yang terjebak di dalamnya. 

10 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship

Seringkali orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terperangkap dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship. Kenali tanda-tanda toxic relationship yang harus diwaspadai:

1. Komunikasi yang Tidak Sehat

Komunikasi dalam hubungan toxic sering kali ditandai dengan sarkasme dan kata-kata yang merendahkan. Bukannya menyelesaikan konflik, percakapan malah menimbulkan emosi negatif. Hal ini membuat pemahaman antar pasangan semakin sulit, sementara masalah terus bertambah tanpa penyelesaian. Bahkan, pasangan bisa saja mengeluarkan komentar sinis tentangmu di hadapan teman atau keluarga. Bila itu terjadi, penting untuk berhati-hati.

2. Terus Menerus Dicurigai dan Dikekang

Rasa cemburu pada dasarnya merupakan reaksi wajar sebagai bentuk perhatian. Namun, hubungan berubah menjadi toxic ketika kecemburuan berlebihan hingga mendorong tindakan ekstrem, seperti memeriksa ponselmu atau menghadapi orang yang dicurigai. Relasi juga tergolong toxic bila pasangan terlalu posesif, selalu ingin mengetahui aktivitas harianmu, marah saat tidak segera diberi kabar, bahkan melarangmu mengenakan pakaian tertentu yang dianggap menarik perhatian orang lain.

3. Sering Merasa Takut dan Cemas

Dalam hubungan toxic, kamu mungkin merasa harus berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan agar tidak memicu kemarahan pasangan. Bahkan pesan sederhana seperti “kamu di mana?” bisa menimbulkan rasa panik karena takut jawabanmu tidak sesuai dengan harapannya. Angela Vossen, seorang pakar hubungan, menekankan bahwa rasa takut terhadap reaksi pasangan merupakan tanda kuat bahwa hubungan tersebut mengancam kesejahteraan emosional.

4. Berulang Kali Dibohongi

Kejujuran adalah fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat. Sebaliknya, kebohongan yang terus berulang menimbulkan rasa tidak aman, membuat hubungan rapuh dan sulit bertahan. Jika pasangan sering menutupi kebenaran atau berbohong, itu merupakan tanda bahwa kamu sedang berada dalam toxic relationship.

5. Menerima Kekerasan Verbal Maupun Fisik

Kekerasan verbal, seperti hinaan atau bentakan, merupakan tanda serius dari toxic relationship. Selain itu, hubungan juga tergolong toxic jika sudah melibatkan kekerasan fisik. Pasangan yang tidak stabil secara emosional sering kali menggunakan kekerasan fisik saat terjadi konflik. Apa pun bentuknya, baik verbal maupun fisik, kekerasan tidak pernah dapat dibenarkan.

6. Kurang Memperoleh Dukungan dari Pasangan

Hubungan yang sehat ditandai dengan adanya dukungan timbal balik. Namun, dalam hubungan toxic, keberhasilanmu sering dipandang sebagai ancaman atau persaingan. Pasangan mungkin merasa terganggu ketika kamu meraih sesuatu yang seharusnya membuatnya bangga. Bukannya memberi dorongan dan pujian, ia malah melontarkan komentar negatif serta kritik yang melemahkan semangatmu.

7. Memiliki Perilaku Gaslighting dan Manipulasi

Kamu mulai meragukan hal-hal yang sebelumnya kamu yakini benar karena pasangan memutarbalikkan fakta. Ia bisa saja menyebutmu “berlebihan” padahal kamu hanya sedang mengekspresikan perasaan. Menurut Angela, perilaku semacam ini termasuk gaslighting. “Gaslighting berbahaya karena membuat korban meragukan realitasnya sendiri hingga kewarasannya,” jelasnya.

8. Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri 

Jika kamu merasa sulit menjadi diri sendiri dalam hubungan, itu pertanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat. Setiap orang membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri dan melakukan hal-hal yang disenangi tanpa ada tekanan atau rasa takut dihakimi. Hubungan yang sehat ditandai dengan adanya dukungan terhadap perkembangan dan kebahagiaan kedua belah pihak. 

9. Terputus dari Hubungan Sosial

Tanda kamu berada dalam hubungan yang toxic muncul ketika kamu perlahan menjauh dari teman dan keluarga akibat pengaruh pasangan. Apalagi ketika hubungan tersebut menghabiskan sebagian besar waktu luangmu hingga kamu merasa kehilangan ruang pribadi.

10. Pasangan yang Melakukan Perselingkuhan

Perselingkuhan merupakan salah satu bentuk toxic relationship yang paling menyakitkan. Tindakan ini menghancurkan kepercayaan yang telah dibangun bersama. Meski sebagian orang mencoba memberi maaf, luka batin sering kali tetap membekas, membuat hubungan sulit kembali seperti sebelumnya.

Dampak Buruk dari Toxic Relationship

Toxic relationship tidak hanya menghancurkan kualitas hubungan, melainkan juga dapat meninggalkan dampak buruk bagi orang yang terjebak di dalamnya, seperti: 

1. Memicu Stress dan Kecemasan

Dampak negatif dari toxic relationship sering kali membuat seseorang merasa tertekan dan mengalami stres. Jika kondisi ini berlangsung lama, stres yang berkepanjangan dapat berujung pada munculnya depresi, kecemasan berlebihan, serta berbagai gangguan kesehatan mental lainnya.

2. Sering Merasa Bersalah 

Korban dalam hubungan beracun sering kali dibebani rasa bersalah akibat perilaku manipulatif pasangannya, jelas Vania, seorang psikolog. Contohnya, pasangan bisa menuduh bahwa kita sudah tidak lagi menyayanginya hanya karena menolak permintaannya. Situasi seperti ini membuat kita merasa bersalah atas hal yang sebenarnya bukan kesalahan kita.

3. Berubah Menjadi Seorang yang Anti Sosial

Awalnya, kamu mungkin memiliki kepribadian yang terbuka dan ekstrovert. Namun, ketika terjebak dalam hubungan toxic, sifat itu bisa berubah menjadi pendiam karena adanya rasa takut salah atau khawatir tidak sesuai dengan keinginan pasangan. Akibatnya, kamu mulai menutup diri dari lingkungan luar demi menuruti kemauan pasangan. Kondisi ini dapat menjadi dampak buruk karena berisiko membuatmu kehilangan hal-hal yang sebenarnya kamu inginkan. 

4. Emosi Menjadi Tidak Stabil 

Toxic relationship dapat membuat kondisi emosional korban menjadi tidak stabil, karena perasaan mereka sangat bergantung pada perlakuan pasangan. Vania menjelaskan bahwa pelaku toxic relationship biasanya memiliki kecenderungan berubah secara drastis dan sulit diprediksi. Misalnya, pelaku bisa tiba-tiba melakukan love bombing sehingga korban merasa bahagia, lalu mendadak marah yang membuat korban ketakutan, atau bersikap posesif sehingga menimbulkan rasa tertekan.

5. Mengalami Trauma 

Sering kali, dampak toxic relationship menimbulkan trauma yang mendalam. Pasangan yang terjebak dalam hubungan semacam ini bisa merasa takut untuk memulai hubungan baru karena bayangan masa lalu terus menghantui. Misalnya, jika ia pernah mengalami kekerasan fisik, sekadar melihat orang mengangkat tangan saja sudah cukup membuatnya ketakutan. Begitu pula dengan pengalaman dibentak; suara keras bisa langsung memicu rasa cemas. Trauma semacam ini memiliki efek yang besar dan dapat berlangsung lama, sehingga berpengaruh serius terhadap kondisi psikologis seseorang.

Solusi dalam Menghadapi Toxic Relationship

Setelah mengetahui definisi, tanda-tanda, hingga dampak toxic relationship, penting untuk mengetahui langkah apa yang dapat dilakukan dalam menghadapi hubungan yang tidak sehat tersebut, diantaranya:

1. Terbuka Kepada Orang yang Kamu Percaya

Ungkapkan perasaan dan persoalan yang sedang dihadapi kepada orang-orang terdekat, seperti sahabat atau keluarga. Terkadang, sudut pandang dari luar dapat membantu untuk melihat situasi dengan lebih jernih dan objektif.

2. Menghargai Diri Sendiri

Meski sudah berusaha sebaik mungkin dalam menjalin hubungan, terkadang usaha tersebut tidak dihargai oleh pasangan. Namun, penting untuk tetap meyakini bahwa dirimu tetap bernilai, meskipun direndahkan atau dikendalikan. Psikolog Iswan menegaskan, “Langkah keluar dari toxic relationship adalah dengan menanamkan pandangan positif terhadap diri sendiri, bahwa kita berhak memperoleh kebahagiaan dan kebebasan.

3. Berkonsultasi dengan Tenaga Profesional

Jangan pernah merasa ragu atau malu untuk mencari bantuan dari tenaga profesional. Jika kamu membutuhkan dukungan psikologis atau konseling untuk keluar dari hubungan toxic, menemui psikolog adalah langkah yang tepat. Apabila hubungan tersebut menimbulkan gejala depresi yang berat, kecemasan berlebihan, atau serangan panik yang sampai mengganggu produktivitas, maka berkonsultasi dengan psikiater sangat dianjurkan. Selain itu, bantuan hukum juga bisa diperlukan, terutama bila hubungan yang dijalani sudah mengarah pada kekerasan atau bahkan mengancam keselamatan jiwa.

4. Bangun Komunikasi yang Sehat

Cara untuk melepaskan diri dari hubungan toxic adalah dengan membangun pola komunikasi yang sehat. Penting untuk membicarakan secara terbuka permasalahan-permasalahan yang membuat hubungan terasa merugikan, baik karena kurangnya pemahaman maupun adanya kekerasan.

5. Tinggalkan Hubungan yang Beracun

Saat hubungan tidak lagi bisa diperbaiki dan terus merugikan, melepaskan diri adalah pilihan yang paling bijak. Meskipun sulit, bagaimanapun kamu tetap harus mengutamakan keselamatan mentalmu sendiri di atas segalanya.

 

Baca artikel lainnya: Capek Dibikin Ragu Terus? Saatnya Kenali Tanda Gaslighting