Saat bulan suci Ramadan tiba, buah kurma hampir selalu hadir di meja makan dan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari momen berbuka puasa. Kurma tidak hanya dianggap sebagai hidangan pelengkap, tetapi juga memiliki nilai ibadah karena dianjurkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dari sudut pandang ilmu kesehatan, kurma juga dikenal memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Buah ini sangat baik dikonsumsi saat sahur maupun berbuka karena mampu membantu mengembalikan energi setelah tubuh menahan lapar dan haus sepanjang hari.

Namun, keunggulan kurma tidak hanya sebatas sebagai sumber energi cepat saat berbuka. Buah yang berasal dari Timur Tengah ini juga menyimpan berbagai manfaat penting bagi kesehatan. Mari cari tahu lebih lanjut tentang manfaat kurma untuk kesehatan secara lengkap melalui artikel di bawah ini.

Kandungan Nutrisi Pada Buah Kurma

Kurma merupakan buah yang sarat dengan berbagai nutrisi penting, sehingga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Karena ukurannya kecil, biasanya diperlukan konsumsi dalam jumlah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Dalam 100 gram kurma, terkandung:

  • Kalori: 277 Karbohidrat: 75 g
  • Serat: 7 g
  • Protein: 2 g
  • Kalium: 20% AKG
  • Magnesium: 14% AKG
  • Tembaga: 18% AKG
  • Mangan: 15% AKG
  • Besi: 5% AKG
  • Vitamin B6: 12% AKG

Meski kaya nutrisi, perlu diperhatikan bahwa kurma memiliki kadar gula yang cukup tinggi, yakni mencapai 66,5 gram per 100 gram porsi. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap membatasi asupan gula, termasuk yang berasal dari buah, agar konsumsi tetap seimbang dan sehat (Dokter Sehat, 2020).

Sumber: 15 Manfaat Kurma untuk Kesehatan (Dilengkapi Kandungan Nutrisi)

Apa Kata Ahli Tentang Kurma?

Dilansir dari Halodoc, sebuah studi yang dimuat dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa kurma kaya akan antioksidan, yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif penyebab penyakit kronis seperti kanker dan gangguan jantung.

Menurut Cleveland Clinic, pakar nutrisi Gillian Culbertson menjelaskan bahwa kurma merupakan sumber gula alami yang mampu memberikan energi tanpa memicu lonjakan drastis kadar gula darah. Hal ini terjadi karena kandungan seratnya yang memperlambat penyerapan gula, sehingga kadar gula tetap lebih stabil.

Selain itu, riset dari Pakistan Journal of Medical Sciences menunjukkan bahwa kurma memiliki sifat anti-inflamasi, antikanker, dan antimikroba. Efek ini mendukung peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh, menjadikannya buah yang tidak hanya bernutrisi tetapi juga protektif bagi kesehatan (Halodoc, 2025).

Sumber: Ini Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

10 Manfaat Kurma Bagi Kesehatan

Berikut ini beberapa manfaat dari mengonsumsi kurma, di antaranya:

1. Sumber Energi Alami

Kurma mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa yang mampu memberikan energi cepat tanpa menyebabkan lonjakan berlebihan pada kadar gula darah. Inilah sebabnya buah ini kerap dijadikan pilihan utama saat berbuka puasa, karena dapat segera mengisi kembali energi tubuh yang lelah setelah seharian menahan makan dan minum. Selain itu, kurma juga cocok dijadikan camilan sehat sekaligus lezat untuk sehari-hari.

2. Mengatasi Anemia 

Kurma kaya akan zat besi, nutrisi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Karena itu, buah ini sering dianjurkan bagi penderita anemia atau kekurangan darah. Kondisi anemia akibat defisiensi zat besi biasanya ditandai dengan rasa lelah, pusing, kuku mudah rapuh, serta sesak napas. Selain dapat mengembalikan energi, kurma juga dapat membantu mendukung kesehatan darah.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Kurma mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium yang berperan menjaga tekanan darah tetap stabil serta mendukung fungsi jantung yang sehat. Asupan kalium yang cukup setiap hari terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

4. Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan

Kurma merupakan buah yang kaya serat dan karbohidrat kompleks. Kandungan seratnya membantu memperlancar sistem pencernaan sekaligus mencegah maupun mengatasi sembelit.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurma berperan dalam menjaga keseimbangan bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Dengan demikian, kesehatan saluran cerna tetap terjaga dan tubuh lebih terlindungi dari berbagai gangguan pencernaan maupun penyakit terkait.

5. Mengontrol Kadar Gula Darah

Meskipun rasanya manis dan kandungan gulanya cukup tinggi, kurma tetap aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal ini karena kurma memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan cepat pada kadar gula darah.

Lebih dari itu, berkat kandungan antioksidannya, kurma dapat membantu mengontrol kadar gula sekaligus mencegah terjadinya resistensi insulin. Namun, agar manfaatnya lebih optimal dan tetap sehat, disarankan untuk membatasi konsumsi gula tambahan maupun makanan dan minuman manis saat mengonsumsi kurma.

6. Menangkal Radikal Bebas

Kurma dikenal sebagai buah yang kaya akan antioksidan, yang berfungsi melawan efek radikal bebas dalam tubuh. Peran antioksidan ini sangat penting untuk melindungi sel dan jaringan dari stres serta peradangan kronis, faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti kanker. Jenis antioksidan yang terkandung dalam kurma antara lain flavonoid, fenolik, dan karotenoid.

7. Menjaga Kesehatan Kulit dan Mata

Kurma mengandung vitamin A yang berperan penting dalam menurunkan risiko gangguan pada mata. Selain itu, buah manis ini juga memiliki asam pantotenat, yaitu nutrisi yang membantu menjaga kesehatan kulit agar tetap halus dan elastis. Dengan kombinasi kandungan tersebut, kurma tidak hanya menyehatkan tubuh dari dalam, tetapi juga diketahui dapat membuat kulit menjadi lebih halus dan elastis. 

8. Mendukung Kekuatan dan Kesehatan Tulang

Kurma mengandung fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, empat mineral penting yang berperan menjaga kesehatan serta kekuatan tulang. Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tersebut, risiko terjadinya osteoporosis dapat ditekan, sehingga tulang tetap kuat dan sehat lebih lama.

9. Melindungi Tubuh dari Peradangan

Untuk melindungi tubuh dari berbagai jenis peradangan, diperlukan asupan antioksidan yang cukup, salah satunya berasal dari polifenol. Kurma diketahui memiliki kandungan polifenol lebih tinggi dibandingkan banyak buah lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya polifenol lebih dari 650 mg per hari berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari 500 mg per hari. 

10. Meningkatkan Kesehatan Otak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Musthafa Mohamed Essa dan tim menunjukkan bahwa kurma memiliki khasiat dalam mencegah stres oksidatif serta peradangan pada otak. Buah ini juga dikenal sebagai sumber serat yang baik dan kaya akan senyawa fenolat serta antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam caffeic. Kandungan polifenolik tersebut diyakini berpotensi memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine menemukan bahwa kadar vitamin B6 yang cukup dalam tubuh berkaitan dengan peningkatan fungsi otak serta hasil tes kognitif yang lebih baik. Kurma sendiri merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin B6 dalam jumlah tinggi, sehingga dapat mendukung kesehatan otak sekaligus fungsi kognitif.

 

Baca artikel lainnya: Tubuh Lemas Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya