Menggunakan skincare memang bertujuan untuk merawat dan memperbaiki kondisi kulit. Namun, tidak semua produk cocok dengan setiap jenis kulit semua orang. Ada kalanya produk yang terlihat bagus justru menimbulkan reaksi negatif dan terasa tidak nyaman atau kondisi kulit menjadi memburuk. Itulah mengapa, penting untuk memahami tanda-tanda ketika skincare tidak cocok di kulit wajah.
Ciri-Ciri Skincare Tidak Cocok di Wajah
Kadang ketika sudah rutin memakai skincare dengan harapan kulit jadi lebih sehat atau cerah, namun bukannya makin baik kulit malah terasa nggak nyaman. Salah satu penyebabnya yaitu skincare yang ternyata tidak cocok dengan kondisi kulit. Beberapa tanda-tanda berikut ini penting untuk dikenali sejak awal agar kulit tidak makin bermasalah.
Kemerahan atau kulit terasa panas setelah pemakaian produk baru adalah salah satu sinyal jelas bahwa kulit kamu mungkin menolak produk tersebut.
1. Kulit terasa sangat kering
Kulit terasa sangat kering atau bahkan mengelupas walaupun sebelumnya tidak mengalami masalah tersebut. Hal ini dapat terjadi karena produk terlalu keras atau formulanya tidak sesuai jenis kulit.
2. Muncul jerawat atau bruntusan
Muncul jerawat atau bruntusan yang tidak biasa, terutama di area yang sebelumnya relatif tidak ada jerawat, bisa menjadi indikator bahwa produk skincare menyumbat pori atau memicu reaksi kulit.
3. Kulit tampak kusam
Kulit tampak kusam, warna tidak merata, atau permukaan kulit terasa kasar dan tidak halus. Padahal produk baru dipakai dengan harapan membuat kulit lebih cerah. Itu bisa jadi tanda bahwa produk tersebut tidak cocok.
Alasan Skincare Tidak Cocok di Wajah
Setiap orang memiliki jenis kulit, sensitivitas yang berbeda terhadap produk, sehingga reaksi suatu produk akan berbeda pula pada tiap individu. Kandungan tertentu seperti alkohol tinggi, pewangi, atau essential oil bisa menjadi pemicu iritasi untuk kulit sensitif. Ada beberapa alasan mendasar mengapa sebuah produk skincare bisa menyebabkan reaksi negatif yang sering ditemukan seperti:
1. Formula yang terlalu berat
Formula yang terlalu berat atau berbahan aktif kuat untuk kondisi kulit saat ini. Misalnya penggunaan AHA/BHA, retinol, atau exfoliant yang terlalu sering tanpa pertimbangan kondisi skin barrier. Jika skin barrier melemah, produk apa pun bisa jadi terlalu keras.
2. Ketidaksesuaian antara jenis kulit dan formula produk.
Kulit kombinasi atau sensitif bisa jadi tidak cocok dengan produk yang dirancang untuk kulit sangat berminyak atau kulit yang sangat tahan terhadap bahan aktif. Kalau formula tidak sesuai, kulit bisa menolak dan menimbulkan reaksi negatif.
3. Skin barrier rusak
Skin barrier yang rusak sehingga produk yang seharusnya membantu malah memperparah kondisi. Ketika barrier terganggu, kulit mudah iritasi, kehilangan hidrasi, dan terlihat kusam.
4. Reaksi alergi atau sensitivitas
Reaksi alergi atau sensitivitas terhadap bahan tertentu seperti pewangi, pengawet, atau zat aktif tertentu dalam produk skincare. Meski produk tersebut populer atau viral, belum tentu cocok untuk semua jenis kulit.
Kapan Harus Stop Pakai Skincare yang Tidak Cocok di Kulit?
Jika reaksi yang muncul mengganggu aktivitas atau tidak kunjung membaik setelah 3–7 hari pemakaian, lebih baik hentikan produk tersebut. Jangan tunggu sampai kulit semakin rusak. Hentikan pemakaian apabila ada gejala seperti:
- Jika terdapat reaksi seperti kemerahan, terbakar, gatal-gatal atau muncul ruam dan tidak menghilang dalam beberapa jam atau hari setelah pemakaian. Itu bukan purging tetapi tanda produk tidak cocok.
- Jika kulit terus mengelupas atau breakout terjadi di area yang sebelumnya jarang jerawat meskipun sudah memberi jeda dan perawatan dasar. Reaksi seperti ini bisa menunjukkan masalah lebih serius.
- Jika setelah pemakaian rutin selama beberapa minggu tidak ada perubahan atau justru kondisi kulit makin memburuk. Skincare idealnya menunjukkan hasil dalam beberapa minggu kalau malah makin buruk, pertimbangkan untuk berhenti.
Tips Menghindari Skincare Tidak Cocok diwajah
Sebelum membeli skincare, kenali jenis kulit dan kebutuhan kulit terlebih dahulu. Jangan hanya ikut tren atau review yang bagus, karena kulit setiap orang berbeda. Cobalah melakukan patch test di area kecil seperti belakang telinga atau rahang selama 24 jam untuk melihat reaksi awal.
Mulailah memakai produk baru perlahan, jangan langsung banyak atau dipakai bersamaan dengan produk aktif lainnya. Perhatikan kandungan yang cocok atau tidak cocok untuk kulit lalu catat sebagai acuan saat memilih skincare berikutnya.
Jika memiliki kulit sensitif, cari produk dengan klaim non-comedogenic, alcohol-free, atau fragrance-free. Dan yang paling penting, jangan mudah tergiur oleh janji instan. Kulit yang sehat butuh waktu untuk beradaptasi.
Reaksi negatif pada kulit bukan berarti skincare jelek, tetapi hanya tidak cocok untuk kondisi kulit tertentu. Dengan mengenali ciri-cirinya dan lebih selektif dalam memilih produk, dapat menghindari masalah kulit yang makin parah dan justru mendapatkan hasil perawatan yang optimal.
Baca Artikel lainnya: Langkah merawat kulit wajah
