ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut, bisa saja menginfeksi pada siapa saja, terutama pada anak-anak, lansia, dan seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyakit ini umumnya menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, hingga demam.
Pada kondisi ini aktivitas seseorang dapat terasa sangat terganggu terutana saat menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, dalam menangani permasalahan ini terdapat hal penting yang perlu kita kenali penanganannya.
Cara Mengatasi ISPA
Sebagian besar kasus ISPA memiliki gejala ringan dan dapat membaik dengan perawatan di rumah, namun pada kondisi ini seseorang tetap perlu diperhatikan. Hal itu dikarenakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan dapat berkembang menjadi lebih serius, terutama pada bayi, balita, lansia, dan seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara mengatasi ISPA agar gejalanya tidak semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Simak beberapa langkah berikut!
1. Melakukan Istirahat yang Cukup
Istirahat merupakan salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ISPA. Ketika tubuh sedang mengalami infeksi, maka sistem kekebalan tubuh membutuhkan energi lebih untuk melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Dengan menerapkan istirahat yang cukup dapat membantu proses pemulihan dan mengurangi rasa lelah akibat gejala ISPA. Pada kondisi pemulihan, hal yang perlu kamu lakukan sebaiknya kurangi aktivitas berat untuk sementara waktu dan usahakan mendapatkan waktu tidur yang berkualitas. Selain dapat membantu pemulihan, beristirahat di rumah juga dapat mengurangi risiko penularan infeksi kepada orang lain.
2. Minum Obat Pereda Gejala
Mengonsumsi obat dapat membantu meredakan gejala ISPA, seperti demam, sakit kepala, batuk, dan pilek. Namun, pemilihan obat perlu disesuaikan dengan keluhan yang dialami. Selain itu, sebelum mengkonsumsi obat, kita juga perlu memperhatikan aturan pakai, dosis, serta kandungan obat untuk menghindari penggunaan yang tidak tepat.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Cara mengobati ISPA lainnya yakni dengan cukup minum air putih. Kebutuhan cairan yang tercukupi membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan. Minum air putih secara cukup dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membuat lendir di saluran pernapasan tidak terlalu kental sehingga lebih mudah dikeluarkan. Selain minum air putih, Anda juga bisa minum air perasan lemon hangat dengan madu guna meredakan gejala batuk. Mengonsumsi sup hangat atau minuman hangat lainnya juga efektif untuk mengurangi radang dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
4. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Perbanyak konsumsi makanan yang bergizi sehat, terutama vitamin bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika sedang mengalami ISPA, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung sistem kekebalan tubuh selama proses pemulihan. Oleh karena itu, selama proses pemulihan, usahakan tetap mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, protein, dan sumber karbohidrat.
5. Menjaga Kelembapan dan Kebersihan Udara
Kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi kenyamanan saluran pernapasan ketika sedang mengalami ISPA. Udara yang terlalu kering, berdebu, dan dikelilingi oleh asap apat memperburuk iritasi pada saluran pernapasan. Oleh karena itu, penting untuk kita untuk tetap menjaga kebersihan terutama dari dalam rumah. Beberapa hal yang dapat dilakukan dapat meliputi, menjaga sirukulasi udara di dalam rumah, membersihkan debu disekitaran rumah, menghindari pembakaran sampah, dan gunakan pembersih udara atau humidifier jika diperlukan.
Apakah ISPA Termasuk Penyakit yang Sulit Disembuhkan?
Pada penanganan penyakit ISPA jangka waktu pemulihannya dapat berbeda-beda sesuai dengan penyebab, kondisi kesehatan, usia dan daya tahan tubuh si penderita. Sebagian besar kasus infeksi ISPA, terutama yang disebabkan oleh virus, dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga sekitar 1 sampai 2 minggu, tergantung kondisi tubuh dan tingkat keparahan infeksinya. Namun jika ISPA berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat.
Baca juga: Apa itu ISPA? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
