Bekasi, 20 Juni – Lansia dari Sekolah Lansia Jatiasih (SELASIH) menampilkan hasil karya batik dan pertunjukan seni dalam kegiatan SAPA Lansia Vol. 2 yang diselenggarakan oleh mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication & Business melalui program Community Development. Bertempat di Halaman Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi para lansia untuk menunjukkan kreativitas, produktivitas, serta kontribusi mereka dalam melestarikan budaya Indonesia melalui seni membatik.
SAPA Lansia Vol. 2 merupakan program pemberdayaan masyarakat yang menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa LSPR, Sekolah Lansia Jatiasih (SELASIH), dan Komunitas Batik Bekasi. Mengusung tema “Panggung Ceria: Cerita Karya Lansia” dengan tagline #LansiaBerdayaSelasihBerkarya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui aktivitas kreatif, memperkuat rasa percaya diri, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk terus berkarya dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
![]()
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi press conference yang menghadirkan Hafidah Anindya Priyambodo selaku Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2, Rizka Septiana, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Community Development LSPR Institute of Communication & Business, Chan Widyatno selaku Kepala Sekolah Lansia Jatiasih (SELASIH), serta Barito Hakim Putra selaku Ketua Komunitas Batik Bekasi. Dalam sesi tersebut, para narasumber menjelaskan latar belakang program serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan lansia.
Ketua Pelaksana SAPA Lansia Vol. 2, Hafidah Anindya Priyambodo, menjelaskan bahwa program ini lahir dari semangat untuk memberdayakan lansia melalui kegiatan yang bermakna dan berkelanjutan. Menurutnya, program ini merupakan kelanjutan dari SAPA Lansia Vol. 1 yang sebelumnya juga berfokus pada isu pemberdayaan lansia. “Program SAPA Lansia diinisiasi oleh mahasiswa LSPR untuk memberdayakan lansia di Kecamatan Jatiasih dengan kolaborasi antara mahasiswa LSPR dan SELASIH,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan batik sebagai fokus kegiatan didasarkan pada potensi yang dimiliki para lansia SELASIH yang selama ini aktif dalam kegiatan membatik bersama Komunitas Batik Bekasi.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Rizka Septiana, M.Si. selaku dosen pembimbing kegiatan. Menurutnya, SAPA Lansia Vol. 2 menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa yang memungkinkan mereka untuk terlibat langsung dalam program sosial yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. “Program ini merupakan tugas kampus bagi mahasiswa LSPR,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga belajar membangun kolaborasi, memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sebuah program sosial.
Sementara itu, Ketua Komunitas Batik Bekasi, Barito Hakim Putra, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan SAPA Lansia Vol. 2 yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi para lansia dan masyarakat. “Program ini sangat baik untuk memberdayakan lansia dengan kolaborasi-kolaborasi bersama komunitas. Program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, karena lansia juga masyarakat,” ungkapnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai program yang berkelanjutan dan menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
Pada sesi tanya jawab media, Kepala Sekolah Lansia Jatiasih (SELASIH), Chan Widyatno, menyampaikan harapannya terhadap masa depan para lansia di Kecamatan Jatiasih. Menurutnya, program-program pemberdayaan seperti SAPA Lansia memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan lansia yang lebih berkualitas. “Pada dasarnya lansia itu untuk berbahagia, harapannya ke depannya agar lansia dapat hidup sehat, bahagia, dan mandiri,” tuturnya.
Setelah sesi konferensi pers, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Walikota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, dan Camat Jatiasih, Dian Herdiana, AP., M.Si. Dalam sambutannya, Walikota Bekasi memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa LSPR dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Program ini merupakan pengabdian kepada masyarakat. Semoga produk-produk dari SELASIH dapat mewarnai kemajuan Kota Bekasi,” ujarnya.
![]()
Kemeriahan acara semakin terasa melalui penampilan seni angklung yang dibawakan oleh para lansia SELASIH. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat para lansia untuk terus aktif, belajar, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Dengan penuh antusiasme, para peserta menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
![]()
Sorotan utama dalam kegiatan ini adalah Fashion Show Batik oleh SELASIH yang menampilkan para lansia sebagai model sekaligus memperagakan batik hasil karya mereka sendiri. Dengan penuh percaya diri, para peserta berjalan di atas panggung mengenakan karya batik yang telah mereka hasilkan melalui proses pembelajaran bersama Komunitas Batik Bekasi. Fashion show ini menjadi bukti nyata bahwa lansia tidak hanya mampu menghasilkan karya yang bernilai budaya, tetapi juga memiliki semangat untuk terus berkembang dan berkontribusi di tengah masyarakat. Penampilan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para tamu undangan, masyarakat, serta seluruh pihak yang hadir dalam acara.
Menutup rangkaian kegiatan, Camat Jatiasih, Dian Herdiana, AP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa LSPR atas kontribusinya dalam mendukung kreativitas dan produktivitas lansia di wilayah Jatiasih. “Saya mengapresiasi mahasiswa LSPR yang terlibat dalam membantu lansia di Kecamatan Jatiasih untuk terus berkreativitas dan produktif di masa tua mereka. Harapannya program ini dapat terus berlanjut karena memiliki nilai positif dalam meningkatkan kreativitas lansia di Kecamatan Jatiasih,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Jatiasih akan terus mendukung berbagai program yang mendorong lansia untuk hidup sehat, mandiri, dan produktif.
Melalui SAPA Lansia Vol. 2, mahasiswa LSPR bersama SELASIH dan Komunitas Batik Bekasi berharap dapat terus menghadirkan program-program yang mendukung pemberdayaan lansia secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ruang yang inklusif bagi lansia untuk terus berkarya, berbagi inspirasi, serta menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan untuk tetap berdaya dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
WhatsApp: Nabila – Informasi Kontak dan Media
+62 878-8044-1748
Email: lokaloopprconsultant@gmail.com
Profil LSPR Institute of Communication & Business
LSPR Institute of Communication & Business merupakan lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1992 di bawah naungan Yayasan Pesona Pribadi Sejahtera yang menyelenggarakan program sarjana ilmu komunikasi yang terbagi atas enam konsentrasi pilihan yaitu, Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Digital Media Communication & Advertising dan Performing Arts Communication, serta program pasca sarjana yang terbagi menjadi empat konsentrasi yaitu Corporate Communication, Marketing Communication, International Relations Communication dan Mass Media Management. LSPR Institute berkomitmen mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, serta mempersiapkan lulusan agar mampu berpartisipasi aktif di masyarakat global.
