Saat kamu mengalami benturan atau tekanan pada bagian tubuh tertentu, pembuluh darah kapiler yang berada dekat permukaan kulit bisa pecah. Akibatnya, area tersebut akan berubah warna menjadi kebiruan atau keunguan, yang dikenal sebagai memar.

Munculnya memar setelah cedera adalah hal yang wajar. Namun, ada kalanya memar muncul tanpa penyebab yang jelas di tubuh. Walaupun biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dalam beberapa hari, kondisi ini sering menimbulkan rasa penasaran mengenai penyebabnya. Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan pada artikel berikut ini.

 

Apa Itu Memar? Mengapa Bisa Terjadi? 

Apakah kamu melihat bercak berwarna ungu pada bagian tubuh tertentu? Tanda tersebut bisa saja merupakan ekimosis, yaitu istilah medis untuk jenis memar tertentu. 

Bercak ungu gelap ini muncul akibat darah yang keluar dari pembuluh darah dan masuk ke lapisan atas kulit. Umumnya, kondisi ini terjadi karena cedera dan biasanya berukuran sekitar 1/2 inci atau lebih.

 

Apa Saja Hal yang Bisa Memicu Memar Tanpa Sebab?

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit rusak, sehingga darah keluar dan meresap ke jaringan di sekitarnya. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh benturan atau cedera fisik. Namun, jika memar muncul tanpa penyebab yang jelas, hal itu bisa berkaitan dengan penyakit atau kondisi medis tertentu, antara lain: 

1. Efek Samping Obat-Obatan dan Suplemen

Obat antikoagulan dan antiplatelet, yang sering disebut sebagai pengencer darah seperti aspirin, warfarin, dan clopidogrel, digunakan untuk mencegah terbentuknya bekuan darah. Obat ini umumnya diresepkan untuk menangani stroke dan penyakit jantung. Namun, salah satu efek sampingnya adalah membuat tubuh lebih mudah mengalami memar.

Selain itu, obat kortikosteroid yang kerap dipakai untuk mengatasi peradangan pada kondisi seperti asma, alergi, atau eksim dapat menyebabkan penipisan kulit. Akibatnya, orang yang mengonsumsinya menjadi lebih rentan terhadap memar. Tak hanya itu, beberapa obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan celecoxib, serta suplemen seperti minyak ikan dan ginkgo, juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya memar.

2. Kekurangan Nutrisi

Kekurangan beberapa jenis vitamin dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami memar. Beberapa defisiensi nutrisi yang berperan antara lain:

  • Kekurangan vitamin B12, yang umumnya terjadi pada orang yang jarang mengonsumsi produk hewani atau mengalami gangguan penyerapan nutrisi.
  • Kekurangan vitamin C, biasanya dialami oleh mereka dengan pola makan yang sangat terbatas atau kondisi kesehatan tertentu.
  • Kekurangan vitamin K, yang sering berkaitan dengan gangguan pencernaan seperti SIBO, celiac, pankreatitis kronis, atau kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan.

Sumber: 9 Penyebab Mudah Memar Tanpa Sebab pada Badan

3. Trombofilia

Penyebab lain dari mudah memar yang tergolong jarang adalah trombofilia, yaitu kondisi ketika darah lebih mudah membeku akibat ketidakseimbangan faktor pembekuan dalam tubuh. Jika penderita trombofilia mengonsumsi obat pengencer darah untuk mengatasinya, risiko munculnya memar pun menjadi lebih tinggi.

4. Penyakit Von Willebrand

Penyakit Von Willebrand merupakan gangguan perdarahan yang terjadi akibat kekurangan faktor von Willebrand (VWF). Ketika kadar VWF rendah, trombosit tidak dapat menggumpal secara optimal, sehingga perdarahan menjadi lebih lama berhenti.

Gejala yang sering muncul meliputi tubuh yang mudah memar, mimisan berlebihan, gusi mudah berdarah, serta perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari normal.

5. Faktor Genetik 

Jika kamu dan anggota keluarga, seperti ibu atau saudara perempuan, kerap mengalami memar meski hanya terkena benturan ringan, hal tersebut bisa dipengaruhi faktor keturunan. Pada beberapa orang, pembuluh darah memang cenderung lebih rapuh, terutama di area lengan atas, paha, atau bokong. 

6. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, kulit akan menipis dan lapisan lemak yang berfungsi melindungi pembuluh darah ikut berkurang. Kondisi ini membuat pembuluh darah menjadi lebih rentan, sehingga memar lebih mudah muncul bahkan akibat benturan ringan.

7. Diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif.

Meski tidak secara langsung menyebabkan memar, kondisi ini dapat memperlambat proses penyembuhan luka, sehingga memar bisa bertahan lebih lama di tubuh.

8. Latihan Intens

Penyebab lain yang juga bisa memicu memar adalah olahraga dengan intensitas tinggi. Mengutip dari Detik.com, latihan yang terlalu berat tidak hanya menyebabkan nyeri otot, tetapi juga dapat menimbulkan memar di area sekitarnya. Risiko ini lebih besar pada orang yang jarang berolahraga, lalu tiba-tiba melakukan aktivitas fisik berat.

Saat terjadi cedera otot, jaringan otot di bawah kulit bisa mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah, sehingga darah merembes dan berkumpul di bawah kulit, yang kemudian terlihat sebagai memar.

Sumber: 9 Penyebab Memar Tanpa Sebab dan Cara Mengatasinya yang Bisa Dilakukan di Rumah

9. Penyakit Hati

Kerusakan pada hati atau liver dapat mengganggu produksi protein yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Padahal, protein tersebut sangat dibutuhkan agar perdarahan dapat berhenti dengan normal. Salah satu contohnya adalah sirosis, yaitu kerusakan hati jangka panjang yang salah satu gejalanya ditandai dengan tubuh yang mudah memar.

10. Leukimia

Munculnya memar atau kulit yang tampak kebiruan juga dapat berkaitan dengan kanker darah, seperti leukemia. Penyakit ini menyerang jaringan pembentuk sel darah, termasuk sumsum tulang dan kelenjar getah bening.

Pada penderita leukemia, sumsum tulang menghasilkan jenis sel darah putih tertentu dalam jumlah berlebihan, sehingga kadarnya meningkat secara tidak normal. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain mudah mengalami perdarahan atau memar, penurunan berat badan, demam, serta keringat berlebih.

11. Sindrom Cushing

Memar yang muncul secara tiba-tiba juga dapat menjadi salah satu tanda Sindrom Cushing. Kondisi ini merupakan sekumpulan gejala yang terjadi akibat peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh.

Secara umum, gejala yang sering muncul meliputi kenaikan berat badan yang cukup signifikan, kulit yang menjadi lebih tipis dan mudah berdarah, munculnya memar berwarna keunguan, serta pertumbuhan rambut berlebih.

Sumber: 8 Penyebab Tubuh Gampang Memar, dari Kurang Vitamin Sampai Penyakit Serius

 

Apa yang Perlu Dilakukan Saat Mengalami Memar Tanpa Sebab?

Sebagian besar memar dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu tanpa penanganan khusus. Namun, pada kasus memar yang lebih berat atau hematoma, proses penyembuhan bisa memakan waktu hingga satu bulan atau lebih. Dilansir dari Bumame, untuk membantu mempercepat pemulihan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Istirahat dan elevasi: Istirahatkan area yang cedera dan posisikan lebih tinggi agar pembengkakan berkurang serta rasa nyeri mereda.
  • Kompres dingin: Gunakan es atau kompres dingin dalam 24–48 jam pertama setelah cedera untuk membantu mengurangi pembengkakan.
  • Kompres hangat: Setelah dua hari, gunakan kompres hangat atau bantalan pemanas guna melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat penyembuhan.
  • Obat pereda nyeri: Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti Advil atau Aleve.

Sumber: Memar Sering Muncul? Ketahui Penyebab, Pencegahan, dan Solusinya

Kapan Harus ke Dokter?

Walaupun sering dianggap hanya masalah penampilan, memar yang muncul tanpa penyebab jelas tidak boleh diabaikan. Ada beberapa kondisi yang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter, antara lain:

  • Memar yang muncul tiba-tiba dan terjadi berulang tanpa adanya benturan.
  • Perdarahan di bagian tubuh lain, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bahkan perdarahan internal.
  • Memar yang disertai gejala lain, misalnya nyeri sendi, pembengkakan, kelelahan berlebihan, atau gangguan pencernaan.
  • Perubahan warna kulit yang tidak wajar, terutama jika disertai tanda gangguan pada hati atau ginjal.
  • Penderita penyakit kronis seperti diabetes yang mengalami penurunan kontrol gula darah atau muncul komplikasi pada pembuluh darah.

 

Cara Mendiagnosis Penyebab Memar

Untuk mengetahui penyebab memar di bawah kulit, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik serta meninjau riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu. Langkah ini membantu memahami bagaimana memar terjadi dan apakah ada kondisi tertentu yang memengaruhi proses pembekuan darah.

Meski tidak ada tes darah khusus untuk memar, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi fungsi organ, kondisi darah, serta kemungkinan adanya gangguan pembekuan yang menyebabkan memar berulang.

Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Complete Blood Count (CBC) 
  • Evaluasi panel metabolik 
  • Penilaian profil koagulasi 
  • Tes fungsi tubuh 
  • CT scan atau MRI

 

Baca artikel lainnya :5 Cara Mengatasi Pegal Pada Tubuh Tanpa Bantuan Obat