Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) setelah lebih dari enam tahun berjuang melawan kanker ginjal. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar maupun sahabat dekatnya, mengingat Vidi dikenal sebagai pribadi yang hangat, ceria, dan memiliki banyak teman. 

Kanker ginjal sendiri kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderitanya baru menyadari penyakit tersebut ketika kondisinya sudah memasuki tahap yang lebih lanjut. Berikut penjelasan mengenai kanker ginjal, mulai dari pengertian, gejala, penyebab dan faktor risiko, diagnosis, pengobatan hingga pencegahannya.

Apa Itu Kanker Ginjal?

Mengutip informasi dari Cleveland Clinic dan National Center for Biotechnology Information, kanker ginjal atau karsinoma sel ginjal (Renal Cell Carcinoma/RCC) merupakan kondisi ketika sel-sel sehat di dalam ginjal mengalami perubahan atau mutasi sehingga tumbuh secara tidak terkendali dan akhirnya membentuk tumor ganas.

Ginjal sendiri adalah sepasang organ penting berbentuk menyerupai kacang yang berperan menyaring darah, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, serta membuang zat sisa melalui urine. RCC menjadi jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada orang dewasa, dengan proporsi sekitar 85–90 persen dari seluruh kasus kanker ginjal. Penyakit ini dapat berkembang pada salah satu ginjal maupun menyerang kedua ginjal secara bersamaan.

 

Gejala Kanker Ginjal yang Kerap Tidak Disadari

Dalam dunia medis, kanker ginjal sering disebut sebagai “The Great Mimic” atau peniru ulung. Julukan ini muncul karena gejala yang ditimbulkan kerap menyerupai penyakit lain dan sering kali tidak menimbulkan tanda yang jelas pada tahap awal. Bahkan, lebih dari 50 persen kasus kanker ginjal baru diketahui secara tidak sengaja ketika pasien menjalani pemeriksaan pemindaian untuk kondisi kesehatan lain. Ketika tumor sudah semakin membesar atau menyebar, pasien umumnya baru mulai merasakan gejala. Berikut ini gejala yang kerap dialami oleh pengidap kanker ginjal: 

1. Hematuria

Kondisi munculnya darah dalam urine, yang biasanya ditandai dengan perubahan warna urine menjadi kemerahan atau kecokelatan.

2. Nyeri Pinggang

Rasa nyeri yang muncul di bagian punggung bawah atau sisi tubuh dan berlangsung terus-menerus tanpa kunjung mereda.

3. Muncul Benjolan

Munculnya benjolan di area perut samping atau pinggang.

4. Kelelahan Ekstrem

Kondisi merasa sangat lelah dan lemah secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas.

5. Penurunan Berat Badan

Terjadi penurunan berat badan secara signifikan dan mendadak tanpa melakukan program diet atau perubahan pola makan.

6. Demam dan Keringat Malam

Kondisi demam yang muncul dan hilang secara bergantian disertai keluarnya keringat berlebih pada malam hari.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sampai saat ini, penyebab pasti terjadinya mutasi DNA yang memicu kanker ginjal masih belum sepenuhnya diketahui. Meski demikian, para ahli medis telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, di antaranya: 

1. Gaya Hidup

Kebiasaan seperti merokok dan kondisi obesitas (kelebihan berat badan) termasuk faktor utama yang dapat memicu kanker ginjal.

2. Hipertensi

Tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam jangka panjang dan tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di ginjal.

3. Faktor Genetik

Memiliki riwayat keluarga dengan kanker ginjal atau kondisi bawaan tertentu, seperti Sindrom Von Hippel-Lindau, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

4. Paparan Bahan Kimia

Terpapar zat berbahaya seperti kadmium atau asbes di lingkungan kerja dapat menjadi faktor risiko kanker ginjal.

5. Gagal Ginjal Kronis

Pasien yang menjalani dialisis atau cuci darah dalam jangka panjang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ginjal.

 

Diagnosis Kanker Ginjal

Segera periksakan kesehatan ginjal jika mengalami gejala yang berkaitan dengan kanker ginjal. Penyakit ini dapat dideteksi melalui beberapa jenis pemeriksaan, antara lain:

  • Urinalisis, pemeriksaan sampel urine untuk mendeteksi adanya darah atau kelainan lain dalam urine.
  • Tes darah, pemeriksaan darah yang bertujuan memantau jumlah sel darah serta memastikan fungsi ginjal berjalan dengan baik.
  • CT Scan, pemeriksaan yang menghasilkan gambaran ginjal beserta area sekitarnya untuk mendeteksi adanya kelainan atau gangguan.
  • Biopsi, pengambilan sampel jaringan ginjal untuk diperiksa lebih mendalam di laboratorium.

Pengobatan Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal ditentukan berdasarkan stadium penyakit, kondisi kesehatan keseluruhan pasien, serta usia pengidapnya. Secara umum, terdapat beberapa metode yang biasa digunakan untuk menangani kanker ginjal, seperti: 

1. Tindakan Bedah

Tindakan bedah merupakan salah satu metode pengobatan yang dapat diterapkan pada semua tahap penyakit. Dokter bedah bisa saja hanya mengangkat bagian ginjal yang mengandung tumor atau sel kanker. Namun, jika kondisinya sudah parah, dokter mungkin perlu mengangkat seluruh ginjal beserta beberapa jaringan di sekitarnya untuk menyingkirkan sel kanker.

2. Ablasi

Prosedur ini dilakukan dengan memanfaatkan gas dingin atau arus listrik untuk menghancurkan sel kanker di ginjal.

3. Kemoterapi

Walaupun bukan pengobatan utama, terapi ini tetap dapat membantu mengendalikan dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

4. Terapi Radiasi

Terapi radiasi dianjurkan bagi pasien yang hanya memiliki satu ginjal atau bagi mereka yang tidak bisa menjalani operasi.

Pencegahan Kanker Ginjal

Karena penyebab kanker ginjal belum sepenuhnya dipahami, saat ini belum ada cara pasti untuk mencegahnya. Namun, menerapkan gaya hidup sehat bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker ginjal. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok
  • Mengontrol tekanan darah tinggi
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur
  • Rutin berolahraga
  • Mengenakan alat pelindung diri di lingkungan kerja yang rentan terjadi paparan bahan kimia berbahaya

 

Baca artikel lainnya: 10 Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui