Masih banyak yang mikir kalau kulit berminyak nggak perlu pakai pelembab karena khawatir wajah akan semakin mengkilap dan memicu jerawat. Padahal, semua jenis tipe kulit butuh pelembab. Kulit yang kelihatan berminyak belum tentu terhidrasi dengan baik. Kadang malah sebaliknya. 

Karena kulit berminyak tetap membutuhkan pelembab untuk menjaga kesehatan dan fungsi skin barrier. Kuncinya ada di pemilihan produk yang tepat biar nggak bikin wajah makin mengkilap. 

Penyebab Kulit Jadi Berminyak

Kulit berminyak terjadi ketika kelenjar minyak di bawah permukaan kulit memproduksi sebum (minyak alami) secara berlebihan. Sebenarnya sebum itu penting untuk melindungi dan menghidrasi kulit, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak bisa bikin pori-pori tersumbat sehingga wajah akan rentan berjerawat dan kusam. Beberapa hal ini bisa jadi penyebab utama peningkatan produksi sebum, antara lain : 

1. Faktor genetik 

Kondisi kulit berminyak memang bisa dipengaruhi oleh genetik. Ukuran dan aktivitas kelenjar minyak bawaan memang menentukan seberapa banyak sebum yang diproduksi secara alami oleh kulit. 

2. Perubahan hormon

Hormon juga memiliki peran besar dalam memicu kelenjar minyak untuk memproduksi sebum berlebihan. Biasanya perubahan hormon ini umum terjadi selama masa pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, atau bahkan saat menghadapi stres yang berlebih. 

3. Gaya hidup dan pola makan

Pola makan yang kurang seimbang, terutama konsumsi gula yang tinggi dan karbohidrat olahan dapat memicu lonjakan hormon yang akhirnya berpotensi meningkatkan produksi minyak. Selain itu, tidur yang kurang juga dapat mengganggu keseimbangan hormon yang secara tidak langsung semua itu bisa memicu produksi minyak di kulit. 

4. Lingkungan 

Jenis kulit ini sangat rentan terhadap polutan lingkungan, Cuaca panas, polusi, dan udara lembab cenderung membuat kulit memproduksi lebih banyak minyak dan keringat. Hal ini adalah respon alami tubuh untuk menjaga kelembaban permukaan kulit. 

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Pemilik Kulit Berminyak

Pemilik kulit berminyak seringkali melakukan beberapa kesalahan yang justru memperburuk kondisi kulit, diantaranya : 

1. Tidak menggunakan pelembab

Banyak yang salah paham kalau pelembab bikin kulit makin berminyak. Padahal anggapan pelembab membuat kulit semakin berminyak tidak sepenuhnya benar. Justru, kurangnya hidrasi dapat memicu kulit memproduksi minyak lebih banyak.

2. Mencuci wajah terlalu sering

Mencuci wajah lebih dari dua kali sehari atau menggunakan pembersih yang mengandung alkohol bisa bikin minyak alami pada kulit hilang. Akibatnya, dapat merusak skin barrier dan memicu kelenjar minyak bekerja lebih keras menggantikan minyak yang hilang.

3. Menggunakan produk dengan tekstur terlalu berat

Produk seperti krim atau pelembab berbasis minyak biasanya terasa berat di wajah dengan kulit berminyak dan bisa menyumbat pori-pori. 

4. Mengabaikan pemakaian sunscreen 

Banyak yang mikir sunscreen bikin wajah makin lengket. Justru paparan sinar matahari dapat memicu peradangan yang pada akhirnya meningkatkan produksi sebum. Selain itu, banyak sunscreen kini sudah diformulasikan khusus oil-free atau bertekstur gel yang ringan.

5. Terlalu sering eksfoliasi wajah 

Eksfoliasi sangat penting, tetapi jika berlebihan terutama dengan scrub kasar atau menggosok wajah terlalu keras saat mencuci muka bisa bikin kulit iritasi dan merusak lapisan kulit. Akhirnya kulit malah memproduksi minyak lebih banyak untuk menghidrasi.

Tips Memilih Produk Pelembab Untuk Kulit Berminyak

Kunci utama  bagi kulit berminyak adalah memilih pelembab yang dapat menghidrasi tanpa menambah kilap atau menyumbat pori-pori. Carilah pelembab yang ringan dan cepat meresap. Berikut adalah tips memilih pelembab yang tepat bagi kulit berminyak : 

1. Pilih pelembab non-comedogenic

Artinya produk tidak memiliki kandungan yang berpotensi menyumbat pori-pori dan merupakan pemicu utama komedo dan jerawat.

2. Cari produk oil-free

Pelembab jenis ini diformulasikan tanpa tambahan minyak, sehingga lebih ringan dan tidak terasa berat di kulit berminyak. 

3. Utamakan bahan berbasis air

Produk berbasis air atau water based seperti gel dan lotion yang ringan cenderung lebih cepat meresap dan memberikan hidrasi cukup tanpa meninggalkan lapisan minyak.

4. Perhatikan kandungan aktif yang mengontrol minyak 

Pilih pelembab yang mengandung bahan seperti niacinamide atau salicylic acid yang dapat mengecilkan dan membantu membersihkan pori-pori. 

Jenis Pelembab Yang Cocok Untuk Kulit Berminyak 

Saat mencari pelembab, fokuslah pada tekstur yang ringan agar nyaman digunakan dan tidak menyumbat pori-pori. Pelembab yang sangat direkomendasikan bagi kulit berminyak diantaranya: 

1. Oklusif

Oklusif adalah bahan yang menjaga air di dalam kulit biar nggak cepat menguap. Namun, buat kulit berminyak dapat memilih yang berbahan dasar silikon ringan seperti dimethicone atau cyclomethicone yang tetap melembabkan tanpa membuat kulit terasa berminyak jika digunakan sendiri.

2. Humektan

Humektan adalah bahan yang menjaga kelembaban kulit dengan menarik air dari lapisan bawah dermis ke epidermis terluar. Jadi kulit tetap lembab nggak berlebihan. Kandungan seperti hyaluronic acid, glycerin, asam hialuronat, atau urea,bisa jadi pilihan aman bagi tipe kulit berminyak.

3. Emolien

Ini adalah bahan yang membantu menghaluskan tekstur kulit dengan mengisi ruang di permukaan kulit. Ada beberapa emolien yang ringan seperti ceramide

Jadi, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembab. Dengan memilih pelembab yang tepat akan memberi kulit cukup hidrasi, sehingga tidak perlu memproduksi minyak berlebih. Hasilnya, kulit terlihat lebih seimbang dan sehat. 

Baca artikel lainnya : Bolehkah kulit berjerawat menggunakan pelembab?